Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KUALITAS udara Jakarta menjadi jauh lebih baik, sejak imbauan bekerja dari rumah (WFH) pada 16 Maret lalu. Kebijakan WFH bertujuan menekan laju penyebaran virus korona (covid-19).
Berdasarkan pantauan di lima stasiun pengukuran kualitas udara di Jakarta, polusi udara menurun 21,6% selama tiga pekan pemberlakuan WFH.
Di Stasiun Bundaran HI polusi udara menurun 25,74%. Di Stasiun Kelapa Gading terjadi penurunan kualitas udara 20,57%.
Baca juga: Sebut Kualitas Udara Jakarta Buruk, KLHK Kritik Metode AirVisual
Begitu juga di Stasiun Jagakarsa terjadi penurunan udara 5,38%. Adapun di Stasiun Lubang Buaya dan Stasiun Kebon Jeruk terjadi penurunan kualitas udara 25,17% dan 31,31%.
"Secara umum selama WFH kualitas udara sangat baik. Hari ini di situs AirVisual, kita menempati peringkat 39, atau lebih baik dari Singapura di peringkat 36," jelas Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, saat dihubungi, Sabtu (11/4).
Penurunan kualitas udara semakin terlihat pada pekan ketiga WFH, atau tepatnya pekan ini. Penurunan angka polusi udara terjadi di semua stasiun pengukuran polusi udara.
Baca juga: 1,2 Juta Pekerja di Jakarta Sudah Lakukan WFH
Di Stasiun Bundaran HI, angka polusi udara pada pekan kedua (23-29 Maret) 41,49 mikron menjadi 31,39 mikron pada pekan ketiga (30 Maret-5 April). Di Stasiun Kelapa Gading, terjadi penurunan kualitas udara dari 52,65 mikron pada 23-29 Maret menjadi 41,25 mikron pada 30 Maret-5 April.
Begitu juga di Stasiun Jagakarsa, terjadi penurunan udara 56,18 mikron pada 23-29 Maret menjadi 51,37 mikron pada 30 Maret-5 April. Kemudian di Stasiun Lubang Buaya terjadi penurunan, dari 88,61 mikron pada 23-29 Maret menjadi 73,85 mikron pada 30 Maret-5 April.
Di Stasiun Kebon Jeruk terjadi penurunan kualitas udara 87,17 mikron pada 23-29 Maret, menjadi 54,01 mikron pada 30 Maret-5 April.(OL-11)
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Program SSG merupakan solusi nyata bagi sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga prasejahtera.
Kebijakan yang terlampau restriktif dapat mengganggu ekosistem bisnis yang melibatkan banyak pihak, termasuk sektor UMKM.
Perumda Air Minum PAM JAYA menargetkan pembagian 2.000 toren air gratis sepanjang 2026 bagi warga Jakarta, khususnya pelanggan kategori tertentu, guna mendukung pemerataan akses air bersih.
hingga 23 Februari 2025 tercatat sebanyak 185 bangunan lapangan padel di Jakarta belum mengantongi izin resmi.
Platform belanja dan rewards ShopBack berkolaborasi dengan Jago Coffee membagikan total 10.000 minuman kopi gratis sebagai takjil untuk masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved