Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
LAMAN resmi informasi mengenai virus korona yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta diserang oleh peretas atau hacker.
Hal tersebut diketahui dari cuitan di akun Twitter terverifikasi milik Pemprov DKI @DKIJakarta sore ini. Laman yang beralamat di corona.jakarta.go.id itu tidak bisa diakses sejak Kamis (12/3) sore.
"Mohon maaf, situs corona.jakarta.go.id sedang sulit diakses karena mendapat serangan DDoS (distributed denial-of-service). Saat ini sedang ditangani tim Kominfotik DKI," kata akun tersebut pada Kamis (12/3).
Mohon maaf, situs https://t.co/pJJ2XEcyaT sedang sulit diakses karena mendapat serangan DDoS. Saat ini sedang ditangani tim Kominfotik DKI. https://t.co/9iEyekPQGb
— Pemprov DKI Jakarta (@DKIJakarta) March 12, 2020
Meski situs resmi korona milik Pemprov DKI diretas, nomor call center korona DKI di 112 atau pesan WhatsApp resmk di 081388376955 masih bisa diakses.
Baca juga: Rute KRL Bogor-Depok-Jakarta Masuk Risiko Tinggi Sebaran Covid-19
Situs resmi info korona tersebut diketahui baru beroperasi pada Jumat (6/3).
Baca juga: Pemprov DKI Cegah Korona Menulari di Permukiman Padat
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Atikah Nur Rahmania menyebut sulitnya akses situs info korona DKI disebabkan banyaknya pihak yang mengakses situs itu dalam saat yang bersamaan.
"Situs informasi corona.jakarta.go.id untuk beberapa saat tidak dapat di akses untuk sementara waktu dikarenakan ada gangguan DDos yakni adanya traffic yang membanjiri lalu lintas jaringan internet yang mengarah ke website, yang terjadi sejak pukul 17.00 WIB," kata Atikah, Kamis (12/3).
Baca juga: Betulkah Pemprov DKI akan Tutup Aktivitas Publik
Saat ini Diskominfotik DKI sedang dilakukan penanganan agar masyarakat segera dapat mengakses informasi pada microsite tersebut.
"Untuk mengatasi ancaman ke depan saat ini juga sedang dilakukan monitoring, analisis, antisipasi dan pengendalian," tegasnya. (X-15)
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved