Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga saat ini sudah mengevakuasi sebanyak 11 warga terkait virus korona. Evakuasi atau penjemputan warga di rumahnya ini berawal dari konsultasi yang dilakukan oleh warga melalui nomor darurat pemprov DKI Jakarta.
Namun, tidak dijelaskan lebih jauh alasan detail dan rekam jejak warga tersebut hingga harus dievakuasi dan dirawat di rumah sakit (RS).
"Sejauh ini sudah ada 11 warga yang dievakuasi menggunakan ambulans yang bisa mengisolasi warga yang dicurigai terindikasi virus korona," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati dalam konferensi pers di Balai Kota, Senin (9/3).
Baca juga: RS Rujukan Pasien Korona Ditambah
Saat ini, hanya terdapat satu unit ambulans khusus yang bisa digunakan untuk pasien terindikasi virus korona. Namun, Ani menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang ditunjuk menjadi faskes rujukan di Jakarta agar mampu menyediakan fasilitas serta proses sterilisasi bagi ambulans.
"Di RS rujukan sudah ada fasilitas sterilisasi bagi ambulans, sehingga nanti bisa dari faskes mana saja untuk menjemput warga," tukasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar warga yang merasa memiliki gejala penyakit mirip korona untuk berkonsultasi melalui nomor darurat. Bila harus diperiksa lebih lanjut, Anies menuturkan jajarannya yang akan menjemput warga untuk meminimalisasi penularan. (OL-14)
PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo,dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia ratas di istana
Banjir dengan ketinggian air hingga 60 cm membuat kolong tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.
Meski terjadi kenaikan harga cabai merah kriting, namun Pramono berupaya agar harga bahan pokok tersebut bisa tetap terjaga.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Program SSG merupakan solusi nyata bagi sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga prasejahtera.
Kebijakan yang terlampau restriktif dapat mengganggu ekosistem bisnis yang melibatkan banyak pihak, termasuk sektor UMKM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved