Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf mengaku siap hadir di agenda rapat panitia khusus (pansus) banjir jika dipanggil.
Ia menyebut pembentukan pansus untuk menyelidiki banjir sah-sah saja karena merupakan bagian dari tugas dan hak legislatif.
Juaini mengatakan, selama ini, ia sudah bekerja maksimal guna mengatasi banjir di Jakarta.
"Ya enggak apa-apa. Kita ini saja kan, kan emang tugas mereka. Itu memang hak mereka kan. Yang penting kita kerja ajalah," kata Juaini saat dihubungi, Rabu (4/3).
Baca juga: Tugas Pansus Cari Solusi Banjir
Ia menegaskan selama keberadaan Pansus banjir masih dalam tupoksi DPRD ia akan hadir dan memenuhi panggilan.
"Ya pokoknya selama masih fungsi kontrol ya enggak masalah, itu memang tugas mereka. Kita ikutin aja kan. Yang penting kita sudah melakukan apa yang sudah jadi tupoksi kita," tukasnya.
Juaini juga menyebut selalu bekerja berpegang pada data, program kebijakan, serta anggaran yang ada.
Setiap pekerjaan yang dilakukan dilaporkan secara transparan dan turut diaudit oleh Inspektorat serta BPKP dan BPK RI.
"Apa yang kita kerjakan juga sudah ada laporannya dari awal tahun, dari tahun kemarin. Apa sih yang kita kerjakan dari tahun kemarin, nanti kita siapkan," pungkas Juaini.
Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta merencanakan membentuk pansus guna menyelidiki terjadinya banjir di Jakarta yang terjadi tujuh kali sejak Januari lalu.
Banjir yang timbul tidak hanya saat ada air kiriman dari hulu tetapi juga saat Ibu Kota dilanda hujan lokal.
Banjir yang terjadi dinilai sudah terlampau sering dan membuat warga tidak nyaman akibat rasa khawatir akan banjir tiap hujan turun. (OL-1)
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved