Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKARTA kebanjiran lagi pada Selasa (25/2). Kali ini, banjir bukan disebabkan air kiriman melainkan banjir lokal.
Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Aras menilai, hal itu menunjukkan ada kesalahan dalam sistem drainase Jakarta.
Baca juga: Soal Banjir Kali ini, Gubernur Anies: Itu Air Lokal
Dengan demikian, kata Aras, sangat bisa diantisipasi dengan sistem pencegahan banjir yang baik. Yakni dengan memiliki sistem drainase yang baik.
"Kita lihat saat ini, selain menggenangi permukiman warga, banjir juga menggenangi jalanan vital, beberapa underpass, dan jalan tol. Ini tentu dikarenakan ada yang salah dengan sistem drainase Ibu Kota," kata Aras dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (25/2).
Baca juga: Tagar #AniesTenggelamkanDKI Jadi Trending di Twitter
Aras juga menilai Pemprov DKI Jakarta kurang serius dalam proses pencegahan banjir yang tiap tahun terjadi di Ibu Kota Jakarta
Jika mau serius, menurut Aras, Gubernur Anies Baswedan dan bawahannya harus bekerja menangani banjir dari April hingga Agustus 2019. "Itu sudah cukup untuk mempersiapkan Jakarta tidak banjir saat musim hujan datang," kata Aras
Baca juga: Sidang Gugatan Banjir Jakarta Awal Tahun Ditunda Lantaran Banjir
Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan banjir hari ini merupakan air lokal yang meluap. "Air yang ada di sini (Sungai Manggarai) itu tidak banyak sampah. Artinya itu air lokal, air lokal tidak bergolak. Jumlahnya memang cukup besar karenanya (Pintu Air Karet) siaga 1. Ini bukan air kiriman," kata Anies di Manggarai, pagi tadi. (X-15)
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved