Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMPAT pembuangan akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, over kapasitas. Akibatnya, sampah-sampah terserak di sana. Menghambat laju air kali dan lingkungan Cipayung menjadi kotor, kumuh, jorok dan bau.
Kepala Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) TPA Cipayung, Ardan Kurniawan mengungkapkan timbunan sampah di TPA Cipayung sudah setinggi 23 meter. Sangat berbahaya sebab sewaktu-waktu bisa longsor menimbun pekerja dan pemulung di TPA tersebut.
Produksi sampah warga Depok, jelas Ardan, selalu meningkat. Seharusnya bisa dikurangi jika warga mau memilah sampah sebelum dibuang ke TPA. Solusi mengurangi, pemilahan sampah di sumber harus diintensifkan.
"Ya karena kapasitas TPA terbatas, kalau sudah dipilah sebelum dibuang akan memperpanjang 'umur' TPA Cipayung," jelas Ardan, di Markas TPA Cipayung, Kota Depok, Selasa (21/1).
Sementara Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono menyebutkan permasalahan sampah yang terjadi di Kota Depok disebabkan banyak faktor, salah satunya faktor minimnya kesadaran masyarakat.
Hardiono mengharapkan, agar permasalahan sampah harus menjadi perhatian semua pihak dalam mengatasinya. Selain pemerintah, masyarakat juga diharapkan untuk berpartisipasi aktif.
"Kami harap, permasalahan sampah menjadi perhatian bagi kita semua, karena mengatasi sampah bukanlah tugas dari pemerintah saja, akan tetapi masyarakat juga harus terlibat dalam penanganannya, " kata Hardiono di kantornya, Selasa (21/1).
Dalam kacamata Pengamat Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Tarsoen Waryono, Kota Depok belum pantas meraih penghargaan kebersihan lingkungan karena masih lekat dengan kesan jorok.
"Kota Depok belum layak dinobatkan sebagai kota yang bersih. Saya menyangsikan prestasi yang ditorehkan Kota Depok, yang memperoleh Piala Adipura 2017," ujarnya.
Sebelumnya pada 2017 Kota Depok meraih piala Adipura untuk karegori Kota Metropolitan. (OL-13)
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Pendekatan utama yang diusung adalah membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT sebagai percontohan.
Selama dua bulan, sejak 10 Januari 2025 hingga 11 Maret 2025, proyek difokuskan di Banjar Pasedana. Di wilayah ini, terdapat 163 KK yang menjadi sasaran langsung edukasi.
Untuk memperkuat sistem ini, Pemda, Kementerian PU dan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Kondisi geografis Cianjur yang luas dan beragam, meliputi wilayah urban, pedesaan, dan pegunungan, menyulitkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah secara merata.
SAENGGOK Land fill atau tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Distrik Gangseo, Korea Selatan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana tempat pembuangan sampah diubah menjadi aestetik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved