Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf meluruskan soal program pengendalian banjir DKI yang selama ini dianggap kurang efektif.
Juaini menyebut pihaknya telah melakukan berbagai program untuk mengurangi banjir. Langkah itu dimulai dari pengerjaan saluran baik saluran mikro, makro, penghubung yang akan mengalirkan air langsung ke sungai atau waduk/situ/embung.
Langkah lainnya membangun drainase vertikal.
"Ya drainase. Yang di jalan kampung. Kalau makro mulai dari pinggir jalan terus sampai saluran penghubung baru sungai," kata Juaini di Balai Kota, Jumat (17/1) sore.
Menurutnya, tiap paket pengerjaan ditangani tidak hanya oleh dinas tetapi juga suku dinas. Juaini menginstruksikan pengerjaan terus dilanjutkan jika ada yang belum selesai.
Baca juga: DPRD Ingatkan Anies tidak Semua Wilayah Bisa Dinaturalisasi
Di samping itu, ada program naturalisasi yang berjalan di lima waduk yakni Waduk Sunter, Waduk Kampung Rambutan 1-2, Waduk Pondok Ranggon, dan Waduk Cimanggis. Tahun ini kegiatan naturalisasi juga ditambah di Waduk Brigif.
Untuk mengantisipasi banjir yang berpotensi terjadi pada puncak musim hujan, pihaknya juga memperbaiki seluruh pompa-pompa yang rusak karena terendam banjir pada 1-4 Januari lalu.
"Ada 40-an yang rusak dalam proses perbaikan semua. Ya bisalah selesai sebelum puncak musim hujan," tuturnya.
Pengerukan sungai, saluran, kali, waduk/situ/embung juga dilakukan terus-menerus. Namun, ia mengakui ada sungai yang tidak bisa dilakukan pengerukan jika terdapat sedimentasi.
Hal itu terjadi apabila sungai yang mengalami sedimentasi berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
"Paling kita infokan ke petugas Kemen PUPR kalau ada sedimentasi. Kalau kita keruk nanti jadi temuan, solarnya," ungkapnya.(OL-5)
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
Demi keselamatan para siswa, anggota kepolisian turun langsung ke sungai dan menggendong anak-anak satu per satu agar dapat menyeberang dengan aman.
Bencana banjir terparah saat ini melanda Desa Tebing Tinggi di Kabupaten Balangan, ketinggian air mencapai lebih dua meter
Mikroplastik tidak hanya membawa risiko dari bahan dasarnya sendiri seperti ftalat dan BPA yang bersifat pengganggu hormon, tetapi juga bertindak seperti magnet yang menyerap racun lain
Miliaran tahun silam, air pernah mengalir di permukaan Mars. Para ilmuwan sepakat bahwa planet ini pernah memiliki jaringan Sungai.
Perubahan warna air kali terjadi pada Sabtu (4/10) sore hingga petang kemarin.
Pada era modern saat ini, peradaban terbaik untuk Kabupaten Bekasi adalah mengembalikan hamparan sungai sepanjang mungkin tanpa ada yang membatasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved