Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Populi Center Jefrie Ardiansyah menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempolitisasi bencana banjir untuk keperluan pribadi, guna menaikan elektabilitas. Pasalnya, Anies tidak menyampaikan langkah rasional dalam pengendalian banjir.
"Dia hanya sibuk menjawab keluhan netizen dan pernyataan yang menurut dia merugikan secara politis. Justru Anies sendiri yang mempolitisasi banjir itu sendiri," ujarnya, Rabu (15/1).
Hal tersebut terlihat jelas saat Anies mengunjungi beberapa kawasan terdampak banjir. Seperti menyebut anak kecil senang saat ada banjir dan memerintahkan pihak kelurahan berkeliling memberikan peringatan dini terjadinya banjir menggunakan toa pengeras suara.
Baca juga: Kebijakan Anies Disukai, Tapi Warga Lebih Paham Normalisasi
Sedangkan langkah-langkah konkret seperti pembuatan situ, waduk, atau tuntasnya pengerjaan naturalisasi yang digaungkannya, minim ia suarakan.
Mantan menteri pendidikan itu tampak enggan melanjutkan kebijakan-kebijakan yang bersebrangan dengan kepentingan kalanganya.
Agar citranya yang berbeda dari pemimpin lainya dapat terbangun di mata masyarakat.
"Anies justru terjebak dalam eksluvitas populisme. Dia selalu keluarkan statement yang berseberangan dengan pihak yang berseberangan dengannya. Padahal (pemilihan presiden) 2024 masih jauh," pungkasnya. (OL-2)
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved