Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengungkapkan, sampai saat ini, pihaknya belum menerima surat dari Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HPPBI) terkait kompensasi kerugian akibat banjir.
Ia mengatakan anggaran kompensasi tidak ada dalam komponen anggaran APBD DKI 2020.
"Belum ada ke saya suratnya. Kompensasi bagaimana? Kalau APBD itu ada uang, ada nama nomenklatur. Ada nomenklatur, ada angka. Bagaimana kita bisa membayar sesuatu yang tidak ada (nomenklaturnya)?" UNGKAP Saefullah di Gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (14/1).
Saefullah menuturkan apabila pihaknya sudah menerima surat kompensasi tersebut, akan didiskusikan bersama pihak terkait.
Baca juga: Soal Class Action, Sekda DKI Tampik Anies Lalai Tangani Banjir
Diketahui, akibat banjir yang melanda Jakarta pada awal 2020, sejumlah mal terpaksa tidak beroperasi demi keselamatan para pengunjungnya.
Sebelumnya, Ketua HPPBI Budihardjo Iduansjah menuturkan, salah satu contoh mal yang terdampak ialah Mal Taman Anggrek yang terpaksa tutup karena kerusakan mesin pembangkit listrik akibat terendam banjir.
Hitungan kasarnya, satu mal bisa merugi sampai Rp15 miliar selama operasional tutup setengah bulan ini.
"Kalau ada surat kami baca, didiskusikan, ditanya kiri kanan. Karena penyelenggara pemerintah kan enggak hanya satu orang. Ada kepala daerah, ada organisasi samping kepala daerah, seperti BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan), BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) DKI. Kita bisa bertanya, bisa meminta advice dan sebagainya," pungkas Saefullah. (OL-2)
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved