Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PETISI berisikan tuntutan kepada Presiden Joko Widodo agar mencopot Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di situs change.org kembali viral, Jumat (3/1) pagi.
Petisi pertama kali dibuat tahun lalu namun kembali viral dan dalam hitungan jam sudah ditandatangani lebih dari 200 ribu orang dari target 300 ribu tanda tangan.
Petisi ini dibuat akun bernama 'Opini Kamu'. Akun itu menyebut berbagai hal yang dinilai adalah kegagalan Anies selama memimpin Jakarta.
Baca juga: Jokowi Tinjau Rumah Pompa di Waduk Pluit
"Kegagalan demi kegagalan disertai kejanggalan telah membuat DKI Jakarta sebagai ibu kota negara Republik Indonesia semakin terpuruk di bawah kepemimpinan Saudara Anies Baswedan. Mulai membengkaknya APBD DKI Jakarta 2018, gaji TGUPP yang tembus 70-an orang dengan biaya gaji puluhan juta rupiah per kepala per orang, banjir muncul kembali, diskotik yang ditutup buka kembali, sampah menumpuk di mana-mana, pohon plastik, PKL yang merajalela mengambil badan trotoar, naiknya NJOP, susahnya mendapat layanan publik dan kesehatan, rusunawa yang tidak terurus, trotoar Senayan yang tidak kunjung selesai dan yang terakhir adalah tiang bendera peserta ASIAN GAMES 2018 yang hanya ditopang bambu kecil yang dibelah," demikian argumentasi yang dibuat.
"Sudah saatnya Presiden Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri memanggil dan MENCOPOT Anies Baswedan dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta! Jangan ditunda lagi!," Lanjutnya.
Hingga saat ini, jumlah warga yang menandatangani petisi ini terus bertambah. Warga bernama Kamaliatul Wahidiyah menyebut Anies kurang cakap dalam mengatasi banjir membuatnya ikut menandatangani petisi ini.
"Kasihan saya sama warga Jakarta, pak. Alhamdulillah saya ga kebanjiran tapi yang korban banjir kasihan pak. Kasihan banget sampai saya tidak bisa berkata apa-apa lagi," tuturnya.
Sementara itu, warga bernama Ryan Anggoro menyebut Anies patut dicopot karena kebijakannya banyak yang tergesa-gesa dan terkesan ditutupi.
Warga bernama Tri Suyono menyebut Jakarta bisa sangat baik karena kebijakan pendahulu Anies.
"DKI Jakarta bisa sampai sekarang itu karena kerja keras pendahulunya, jangan sampai DKI malah mundur jauh ke belakang karena Gubernur tidak kompeten. Terima kasih," ujarnya. (OL-2)
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menekankan pentingnya untuk menjalin silaturahmi antar tokoh politik bangsa.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved