Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI menyerahkan bantuan bagi korban banjir di posko Gelanggang Remaja Pangadegan, Jakarta Selatan. Bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari makanan, pakaian, hingga perlengkapan bayi.
Ketua BURT Agung Budi mengatakan bantuan diberikan dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan korban banjir, khususnya lansia dan anak-anak.
"Kita harap pemerintah, khususnya pemerintah daerah, dapat segera bisa mengatasi persoalan ini (pengungsian dan banjir)," ujar Agung, Jumat (3/1).
Baca juga: Nasib Mobil Kredit Diterjang Banjir
Anggota Komisi VIII DPR Idah Syahidah mengatakan upaya mengatasi banjir harus dilakukan semua pihak, termasuk masyarakat. Ia mengajak mayarakat agar juga mau menjaga lingkungan agar terhindar dari banjir.
"Sekarang kembali lagi ke masyarakat. Jadi, bencana ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, bagaimana kita menjaga kelestarian lingkungan agar tidak terkena bencana itu sendiri," ujar Idah.
Ia juga mengimbau badan penanggulangan bencana daerah dan pusat dapat terus bekerja maksimal untuk membantu para korban banjir.
"Karena pada dasarnya kalau program pemerintah, masyarakat juga tidak mendukung, itu juga tidak ada titik temu yang baik," ujar Idah. (OL-2)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat kepolisian apabila membutuhkan bantuan.
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi pada akhir Januari 2026 memaksa 15.335 jiwa warga mengungsi ke sejumlah lokasi aman.
Dampaknya sangat dirasakan oleh para petani dan pedagang kecil yang kini kehilangan mata pencaharian.
Meski kawasan tersebut merupakan daerah langganan banjir, namun ketinggian air kali ini tercatat jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved