Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SELEPAShujan dengan intensitas lebat mengguyur sebagian besar wilayah Jabodetabek pada Sabtu (28/12) lalu, kawasan yang berada di pinggir Kali Krukut menjadi kawasan yang terendam banjir.
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf menyebut wilayah yang terendam salah satunya adalah Kelurahan Petogogan dan Jagakarsa di Jakarta Selatan.
"Kelurahan Petogogan kemarin tergenang cukup tinggi akibat luapan Kali Krukut. Kali Krukut yang melalui daerah itu pasti akan meluap saat wilayah Bogor dan Depok juga rata diguyur hujan lebat," kata Juaini saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (29/12).
Pihaknya sudah menyiagakan pompa stasioner maupun pompa mobile di lokasi karena wilayah tersebut cenderung langganan tergenang di musim hujan.
Untuk mengantisipasi luapan Kali Krukut langkah pembuatan turap dengan beton sheetpile sebetulnya telah dilakukan.
"Tapi belum semua wilayah karena kan hampir seluruh DAS Kali Krukut itu diisi oleh bangunan rumah warga sampai gangnya sangat sempit. Kami kesulitan kalau mau buat turap yang permanen. Akhirnya ya ada beberapa wilayah yang masih bolong-bolong. Kalau mau membebaskan lahan rumah warga juga sulit," ujarnya.
Baca juga: Dinas SDA: Kawasan GBK Aman dari Genangan
Solusinya, Juaini menyebut akan memfungsikan Waduk Brigif yang dibangun sejak 2016 silam. Waduk tersebut hingga kini belum terselesaikan pembangunannya karena masalah pembebasan lahan.
Juaini optimis tahun depan, pembebasan lahan Waduk Brigif bisa selesai.
"Tahun depan air dari Kali Krukut kita sodet ke Waduk Brigif. Waduk itu memang berfungsi untuk menahan limpahan air Kali Krukut. Kendalanya memang selama ini pembebasan lahan. Tapi sudah ada infonya warga yang mau dibeli lahannya. Jadi nanti begitu selesai sudah bisa menampung air," tukasnya. (A-4)
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved