Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dipastikan aman dari genangan pascahujan yang terus-terusan mengguyur Jakarta sejak Sabtu (28/12).
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf, menyebut air lekas surut menuju saluran karena upaya pelebaran mulut air yang dilakukan satgas SDA Jakarta Pusat beberapa pekan lalu.
Sebelumnya saat hujan dengan intensitas lebat mendera pada 17 Desember lalu kawasan GBK terendam hebat hingga viral di media sosial.
"Alhamdulillah setelah kita lebarkan mulut air ya aman. Antrean air lancar masuk ke saluran," kata Juaini saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (29/12).
Di sisi lain, Juaini menyebut kawasan itu bisa saja terendam banjir jika Kali Grogol yang terletak di dekat kawasan itu meluap. Kondisi itu dapat terjadi apabila hujan dengan intensitas lebat mengguyur kawasan Jabodetabek dalam waktu yang bersamaan dan cukup lama.
"Ya bisa saja. Makanya solusinya kita siagakan pompa-pompa mobile dan pompa stasioner yang ada. Itu harus disiagakan," ungkap Juaini.
Baca juga: GBK Tergenang, Dinas SDA Perbaiki Tali Air
Hingga kini pengerukan kali-kali serta waduk di Jakarta pun secara rutin terus dilakukan guna mencegah sedimentasi atau pendangkalan. Dengan demikian dapat membantu memaksimalkan daya tampung air selama musim hujan ini.
Sebelumnya pada 17 Desember lalu Jakarta diguyur hujan dengan intensitas lebat. Tercatat ada 19 titik genangan yang dilaporkan satgas SDA DKI di antaranya termasuk di kawasan GBK Senayan dan Jalan Prof. Dr. Satrio. (A-4)
Tasriah 75 tahun, penderita sakit stroke di kampung Dukuh Desa Mulyasari, Pamanukan Subang, harus seger dievakuasi karena ketinggian banjir makin naik.
Umur tanaman padi yang terendam air berkisar 10 hingga 25 hari
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat kepolisian apabila membutuhkan bantuan.
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi pada akhir Januari 2026 memaksa 15.335 jiwa warga mengungsi ke sejumlah lokasi aman.
Dampaknya sangat dirasakan oleh para petani dan pedagang kecil yang kini kehilangan mata pencaharian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved