Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dipastikan aman dari genangan pascahujan yang terus-terusan mengguyur Jakarta sejak Sabtu (28/12).
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf, menyebut air lekas surut menuju saluran karena upaya pelebaran mulut air yang dilakukan satgas SDA Jakarta Pusat beberapa pekan lalu.
Sebelumnya saat hujan dengan intensitas lebat mendera pada 17 Desember lalu kawasan GBK terendam hebat hingga viral di media sosial.
"Alhamdulillah setelah kita lebarkan mulut air ya aman. Antrean air lancar masuk ke saluran," kata Juaini saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (29/12).
Di sisi lain, Juaini menyebut kawasan itu bisa saja terendam banjir jika Kali Grogol yang terletak di dekat kawasan itu meluap. Kondisi itu dapat terjadi apabila hujan dengan intensitas lebat mengguyur kawasan Jabodetabek dalam waktu yang bersamaan dan cukup lama.
"Ya bisa saja. Makanya solusinya kita siagakan pompa-pompa mobile dan pompa stasioner yang ada. Itu harus disiagakan," ungkap Juaini.
Baca juga: GBK Tergenang, Dinas SDA Perbaiki Tali Air
Hingga kini pengerukan kali-kali serta waduk di Jakarta pun secara rutin terus dilakukan guna mencegah sedimentasi atau pendangkalan. Dengan demikian dapat membantu memaksimalkan daya tampung air selama musim hujan ini.
Sebelumnya pada 17 Desember lalu Jakarta diguyur hujan dengan intensitas lebat. Tercatat ada 19 titik genangan yang dilaporkan satgas SDA DKI di antaranya termasuk di kawasan GBK Senayan dan Jalan Prof. Dr. Satrio. (A-4)
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved