Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
CURAH hujan pada Februari bisa meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan pada akhir bulan ini. Puncak musim hujan diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terjadi pada Februari mendatang.
Intensitasnya bisa mencapai 250 mm sampai 300 mm. Jumlah itu empat kali lipat dari intensitas hujan yang terjadi pada Selasa (17/12) lalu yang mencapai 65 mm.
"Pada Februari diprediksi mencapai 250 mm hingga 300 mm," kata Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (18/12).
Baca juga: Segera Lakukan Naturalisasi Sungai
Ia pun mengimbau Pemprov DKI Jakarta mewaspadai hal tersebut. Di sisi lain, Siswanto menyebut, untuk pekan awal Januari, diprediksi akumulasi hujan di Jakarta belum begitu besar.
"Tetapi tetap ada peluang dan perlu diwaspadai curah hujan harian yang tinggi seperti hujan pada Selasa kemarin yang membuat genangan di beberapa lokasi," ungkapnya.
Siswanto menjelaskan genangan dipengaruhi oleh intensitas curah hujan tinggi dan kapasitas lingkungan yang tidak bisa menyerapteruskan air hujan ke dalam tanah (infiltrasi).
Menurutnya, kebijakan sumur resapan sulit untuk mengurangi banjir di Jakarta.
"Karena tutupan beton yang sudah masif di Jakarta kian sulit membuat program sumur resapan berhasil mengurangi genangan," terangnya. (OL-2)
BMKG menyebutkan, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal pada hari ini.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 17 daerah, sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Keputusan ini tidak terlepas dari prakiraan cuaca BMKG yang masih memprediksi intensitas hujan cukup tinggi dalam seminggu ke depan akibat cuaca ekstrem.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, Senin 26 Januari 2026. Cek titik rawan di sini.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG juga mengimbau masyarakat dan petugas untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini, mengingat kondisi cuaca ekstremĀ berpotensi memicu terjadinya longsor susulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved