Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim penghujan PT MRT Jakarta menerapkan beberapa langkah guna mencegah banjir agar tidak menggenangi stasiun-stasiun terutama stasiun bawah tanah.
Ada sebanyak tujuh stasiun Moda Raya Terpadu yang berada di bawah tanah.
Namun, dari tujuh stasiun tersebut ada dua stasiun yang paling rawan terendam banjir yakni Stasiun Dukuh Atas dan Stasiun Bundaran HI. Pintu masuk Stasiun Dukuh Atas berada dekat dengan Kanal Banjir Barat.
"Ada dua yang paling rawan karena entrance atau pintu masuknya itu memang lebih rendah yakni Dukuh Atas dan Bundaran HI. Kita tahu pula dulu Bundaran HI sempat tergenang," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta di Jakarta Selatan, Kamis (31/10).
Guna mencegah air menggenangi pintu masuk hingga membanjiri stasiun, konstruksi pintu masuk telah ditinggikan hingga 1,5 meter dari permukaan tanah.
Baca juga : MRT Jakarta Siapkan Mitigasi dan Penanganan Banjir
Tidak hanya itu, jika banjir tinggi menerjang, PT MRT Jakarta akan meninggikan 'flood barrier' di pintu masuk hingga 1,5 meter.
"Dalam keadaan terburuk tersebut berarti jalan-jalan di sekitar sudah terendam lebih dari 1,5 meter, sudah tidak mungkin ada aktivitas warga. Ketika Flood Barrier ditinggikan, kita tutup total stasiun," kata William.
Di samping itu koordinasi juga dilakukan antara PT MRT Jakarta dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) agar selalu mendapat informasi terkait ketinggian muka air yang dapat menyebabkan banjir.
"Kita koordinasi. Bahkan sudah rapim bersama Pak Gubernur dan arahannya agar koordinasi tidak terhambat," tuturnya
William menambahkan pihaknya juga telah memasang alat ukur tinggi muka air di Kanal Banjir Barat dekat dengan Stasiun Dukuh Atas.
"Akan berbunyi alarm jika ketinggian muka air sudah melebihi batas aman sehingga menjadi peringatan untuk kami mengantisipasi ke depan," pungkasnya. (OL-7)
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
Kecamatan Kramat Jati menjadi wilayah yang terdampak banjir paling parah, khususnya di Kelurahan Cawang, Cililitan, dan Balekambang.
Salah satu titik terdampak banjir paling signifikan berada di Jalan Jembatan Gantung, Pejaten Timur, Jakarta Selatan.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Pemkab Bekasi memberlakukan WFH bagi ASN terdampak banjir akibat akses jalan terputus. Kebijakan ini memastikan pelayanan publik tetap berjalan di tengah bencana.
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved