Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim penghujan PT MRT Jakarta menerapkan beberapa langkah guna mencegah banjir agar tidak menggenangi stasiun-stasiun terutama stasiun bawah tanah.
Ada sebanyak tujuh stasiun Moda Raya Terpadu yang berada di bawah tanah.
Namun, dari tujuh stasiun tersebut ada dua stasiun yang paling rawan terendam banjir yakni Stasiun Dukuh Atas dan Stasiun Bundaran HI. Pintu masuk Stasiun Dukuh Atas berada dekat dengan Kanal Banjir Barat.
"Ada dua yang paling rawan karena entrance atau pintu masuknya itu memang lebih rendah yakni Dukuh Atas dan Bundaran HI. Kita tahu pula dulu Bundaran HI sempat tergenang," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta di Jakarta Selatan, Kamis (31/10).
Guna mencegah air menggenangi pintu masuk hingga membanjiri stasiun, konstruksi pintu masuk telah ditinggikan hingga 1,5 meter dari permukaan tanah.
Baca juga : MRT Jakarta Siapkan Mitigasi dan Penanganan Banjir
Tidak hanya itu, jika banjir tinggi menerjang, PT MRT Jakarta akan meninggikan 'flood barrier' di pintu masuk hingga 1,5 meter.
"Dalam keadaan terburuk tersebut berarti jalan-jalan di sekitar sudah terendam lebih dari 1,5 meter, sudah tidak mungkin ada aktivitas warga. Ketika Flood Barrier ditinggikan, kita tutup total stasiun," kata William.
Di samping itu koordinasi juga dilakukan antara PT MRT Jakarta dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) agar selalu mendapat informasi terkait ketinggian muka air yang dapat menyebabkan banjir.
"Kita koordinasi. Bahkan sudah rapim bersama Pak Gubernur dan arahannya agar koordinasi tidak terhambat," tuturnya
William menambahkan pihaknya juga telah memasang alat ukur tinggi muka air di Kanal Banjir Barat dekat dengan Stasiun Dukuh Atas.
"Akan berbunyi alarm jika ketinggian muka air sudah melebihi batas aman sehingga menjadi peringatan untuk kami mengantisipasi ke depan," pungkasnya. (OL-7)
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved