Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI berhasil mengungkap tersangka praktik prostitusi di Apartemen Margonda Residence 2. Pria bernama Reza, 20, yang berperan sebagai muncikari kini ditahan.
Dalam menjalankan aksinya, Reza mempekerjakan satu rekan perempuannya, yaitu H, 23, untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK).
Modusnya ialah Reza menawarkan jasa H pada pria hidung belang melalui media sosial dengan akun nama Agnes Amalia. Dari akun tersebut, Reza mengelola para pelanggan H.
Tiap pelanggan dipatok harga antara Rp500 ribu-Rp650 ribu untuk satu jam. Harga itu sudah termasuk sewa kamar apartemen. Dari harga tersebut, Reza mendapat komisi. "Dapat antara Rp100 ribu-Rp150 ribu per pelanggan. Sisanya untuk perempuannya," kata Reza di tahanan Polresta Depok, Selasa (22/10).
"Saya sewain kamar apartemennya. Sekalian kalau ada yang mau kencan tawarkan wanita," kata Reza yang berprofesi sebagai petugas kebersihan kamar apartemen.
Ia mengakui penghasilan dari bisnis prostitusi online ini sekitar Rp300 ribu per hari. "Uangnya ya buat sehari-hari aja," ceritanya.
"Pelaku menggeluti usaha ini pada September 2019 dan baru satu korbannya. Kemungkinan ada perempuan lain yang jadi korban. Tersangka dikenakan tindak pidana perdagangan orang," kata Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus.
Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad menyebutkan Pemerintah Kota Depok akan melakukan revisi terhadap pembuatan IMB khusus apartemen dan akan berkolaborasi dengan kepala Pengadilan Negeri, Dandim, dan Kapolresta Depok. (KG/J-2)
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved