Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui proses pengambilalihan pengelolaan air bersih dari swasta mandek.
Pengelolaan air bersih Jakarta selama ini dikelola oleh dua perusahaan swasta yaitu Aetra dan Palyja. Kontrak mereka akan berakhir pada 2023 mendatang.
Salah satu pihak, menurut Anies, sudah setuju mengakhiri kontrak. Sementara satu pihak sisanya tidak mau menyetujui penawaran penghentian kontrak lebih cepat dari Pemprov DKI.
"Sekarang ini, proses pembicaraan serius dengan swasta ada Palyja dan Aetra. Dengan satu pihak berlangsung progresif, satu pihak mandek," ujarnya dalam konferensi pers di Balai Kota, Selasa (15/10).
Baca juga: Anies: Pembangunan Jakarta Baru Capai 40%
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berharap progres bisa didapat dalam waktu dekat karena pendekatan terus dilakukan.
"Ini yang kita harap bisa dituntaskan," tandasnya.
Sebelumnya, April lalu, Pemprov DKI memutuskan menghentikan swastanisasi air dan berniat mengelola sendiri air bersih di Jakarta.
Hal itu dilakukan karena adaya wanprestasi dari pihak swasta dan merugikan Pemprov DKI maupun masyarakat.
Saat ini keterjangkauan suplai air kepada masyarakat baru mencapai 59,4%. Swasta diharuskan mencapai keterjangkauan suplai air hingga 82% hingga kontrak berakhir pada 2023 mendatang yang dikhawatirkan tidak akan terpenuhi. (OL-2)
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penyediaan sarana air bersih di sejumlah wilayah di Indonesia.
Upaya pengiriman air bersih untuk warga di wilayah Lopon, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berubah mencekam setelah sopir truk tangki menjadi sasaran tembakan
Cakupan layanan air bersih PDAM Tirta Asasta telah mencapai 23% dari total kebutuhan warga Kota DepokĀ
Green mindset yang diusung Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, merupakan langkah strategis dan visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih di Jakarta.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved