Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH tengah membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) baru di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi. Namun, sayangnya fasilitas inklusif belum ditambahkan di jembatan yang akan jadi ikon di wilayah tersebut.
Pengaman Sosial Institute Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi Hamludin menyampaikan, fasilitas ramah difabel pada fasilitas publik sudah jadi perhatian dunia internasional. Bahkan, pembangunan akan mengurangi gross domestic bruto (GDP) sebesar 7% ketika mengekslusifkan difabel.
“Harusnya Pemerintah Kota Bekasi melakukan langkah-langkah strategis yang menunjang kebutuhan kaum disabilitas,” jelas Hamludin, Rabu (9/10).
Hamludin mengatakan, saat ini kaum disabilitas harusnya dijadikan aktor dalam pembangunan, bukan lagi jadi sasaran. Pola pembangunan parsitipatif harus dilakukan tindakan nyata bukan sekedar slogan ‘menuju kota ramah disabilitas’.
“Perlu adanya koneksi antara regulasi yang sudah ada dengan semua dinas untuk memastikan hak-hak difabel terpenuhi di jalan raya, JPO, pedestrian, sarana olahraga dan lainnya,” kata Hamludin.
Baca juga : Pemprov DKI Kebut Pembangunan Fasilitas Pejalan Kaki dan JPO
Untuk itu, lanjut dia, memastikan hak tersebut terpenuhi seharusnya sudah ada dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan jangka panjang.
“Pemerintah pun harus merangkul seluruh stakeholder untuk memenuhi hak-hak mereka,” imbuh dia.
Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga dan Simber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Arief Maulana menambahkan, pemerintah memang sudah berniat menambah fasilitas buat para penyandang disabilitas ke depannya. Sebab, lahan yang diperlukan untuk menyediakan fasilitas tersebut juga tidak sedikit.
“Untuk JPO di Jalan Ahmad Yani memang belum ramah disabilitas, karena memerlukan lahan yang sangat luas, ke depannya akan ditambah dan disesuaikan dengan kebutuhan difabel,” ungkap Arief.
Arief menjelaskan, pembangunan JPO tersebut merupakan upaya pemerintah menata wajah Kota Bekasi. Desain utama JPO tersebut memang mirip dengan JPO GBK Jakarta. Terutama ornamen yang melingkari badan jembatan dan pemasangan lampu hias yang menyala di malam hari.
“Mungkin tidak banyak jauh berbeda. Ornamen bagian bawah mungkin berbeda, kan kita mengadposi budaya betawi, terus mungkin kondisi lampu juga berbeda ornamennya. Tapi memang sebagian dari sana (inspirasi),” jelas dia.
Rencanannya, JPO tersebut selesai dibangun pada akhir tahun. Pemerintah sengaja membangun JPO di dekat kantor Pemerintahan Kota Bekasi dan Stadion Patriot adalah untuk menunjang fasilitas pejalan kaki yang beraktifitas di sekitar wilayah tersebut.
“Mudah-mudahan sebelum akhir tahun sudah selesai. Prose pengerjaan diperkirakan dua bulan,” tandas dia. (OL-7)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan keterampilan guru untuk mendukung pendidikan inklusif di Indonesia, memastikan layanan pendidikan berkualitas bagi semua anak.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan sosial membantu penyintas kecelakaan lalu lintas yang mengalami disabilitas.
Peserta difabel menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari hadroh, pembacaan surat Al-Qur’an, mengaji dengan bahasa isyarat, dongeng, hingga pembacaan puisi.
Program ini merupakan aksi serentak yang digerakkan oleh mahasiswa BCB di 233 titik yang tersebar di 30 Provinsi di Indonesia serta 10 Negara.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendistribusikan bantuan berupa tangan prostetik bagi penyandang disabilitas di wilayah Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Setelah mengumpulkan alat bukti yang cukup, termasuk hasil visum et repertum (VER), polisi bergerak cepat mengamankan pelaku.
RATUSAN anak muda dari berbagai latar belakang keyakinan menggelar aksi sosial bertajuk "Bagi-Bagi 2.000 Takjil Gratis" di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 120 penerima manfaat dan turut dihadiri oleh Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja yang juga berprofesi sebagai dokter.
LEMBAGA Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan siap melindungi keluarga korban perampokan dan pembunuhan di Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat.
POLRES Metro Bekasi membongkar sebuah rumah kontrakan yang dijadikan gudang penyimpanan 187.570 butir obat keras ilegal golongan G di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Program itu merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis dalam upaya mengatasi persoalan sampah,
Polda Metro Jaya turun tangan dalam menangani kasus perampokan yang terjadi di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved