Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
FRAKSI Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta menilai anggaran untuk perbaikan rumah Gubernur DKI Jakarta senilai Rp2,4 miliar sebagai sebuah pemborosan.
Karena itu, F-PDIP mempertanyakan besaran anggaran yang harus dikucurkan hanya untuk perbaikan rumah gubernur.
Padahal uang tersebut bisa dialokasikan untuk keperluan pembangunan lain yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Anggota DPRD DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa menuding Pemprov DKI Jakarta tidak peka terhadap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Pemprov DKI Diminta Hati-hati Pilih Kontraktor Rumdis Gubernur
Dana sebesar itu, kata Steven, seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan lainnya yang lebih berguna bagi masyarakat banyak.
"Bisa untuk renovasi sekolah atau pembuatan sarana mandi cuci kakus (MCK). Ini tentu lebih dibutuhkan dan berguna bagi masyarakat daripada renovasi rumah gubernur," jelas Steven menjawab pertanyaan wartawan, di Jakarta, Rabu (9/10).
Dia menambahkan, F-PDIP DPRD DKI Jakarta juga mendorong percepatan pembangunan di Ibu Kota dengan cara mempercepat pembahasan APBD DKI Jakarta tahun 2020.
"Masalahnya sampai sekarang Alat Kelengkapan Dewan (AKD) saja belum terbentuk. Waktu yang tersisa memang sudah mepet tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan secepatnya," ujar Steven.
Namun, lanjutnya, pihaknya optimistis, sisa waktu berjalan ini dapat dimanfaatkan untuk penetapan AKD serta pimpinan definitif kemudian segera digelar pembahasan APBD DKI Jakarta tahun 2020. (OL-2)
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menekankan pentingnya untuk menjalin silaturahmi antar tokoh politik bangsa.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved