Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anthony Winza mengutarakan kekesalannya pada rapat pembahasan persiapan paripurna terkait pelantikan pimpinan definitif DPRD DKI Jakarta, Senin (30/9).
Menurutnya, rapat yang harusnya berjalan pukul 13.00 WIB harus molor hingga pukul 14.00 WIB karena keterlambatan seorang pimpinan rapat sekaligus ketua definitif DPRD DKI sementara, Pantas Nainggolan.
"Hal tersebut dapat berdampak pada kerugian rakyat, sekitar 500 juta per 8 jam sehari, kurang lebih Rp40 juta per jamnya. Sangat disayangkan jika uang rakyat dihamburkan untuk tiap keterlambatan dalam rapat maupun keputusan,” kata Anthony dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (3/10).
Ia menyayangkan kondisi tersebut dan menganggap raykat telah menderita kerugian besar akibat perilaku anggota dewan yang sering terlambat.
Baca juga: PDIP Tunjuk Kembali Prasetyo Edi Jadi Ketua DPRD DKI
Kekesalannya tersebut ia ungkapkan dengan mengalkulasikan secara rinci total kerugian dari uang rakyat yang telah dikeluarkan untuk membiayai gaji 106 anggota DPRD DKI Jakarta.
Rapat itu digelar dengan agenda persiapan paripurna terkait pelantikan pimpinan definitif DPRD DKI.
Pembahasan ini bermuara dari persoalan dua partai yang belum memberikan nama untuk mengisi pimpinan definitif hingga memasuki awal Oktober ini.
Wakil definitif DPRD DKI sementara M Syarif berpandangan hal itu berpotensi menghambat pembahasan APBD 2020, penyusunan alat kelengkapan dewan (AKD), dan pembahasan calon Wakil Gubernur.
Selaras dengan Syarif, Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad menilai keterlambatan dalam penyerahan nama-nama calon pimpinan definitif ini membuat kinerja dewan terhambat dan tidak efektif. Ia juga mendorong agar pelantikan dapat segera terlaksana di awal bulan ini.
Rapat berakhir melalui keputusan bersama dengan memberikan tengat waktu untuk mengumumkan nama-nama calon pimpinan definitif pada hari ini. (OL-2)
PSI mengatakan keputusan soal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2029 akan diserahkan pada presiden.
PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai peluang Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka untuk maju pada Pilpres 2029 sangat kecil.
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved