Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan alasan memperbolehkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar adalah karena tidak ingin diskriminasi.
Hal itu dianggap Anies untuk membangun prinsip keadilan di Jakarta. "Jangan sampai kita diskriminatif pada mereka yang masih lemah. Sudah terlalu banyak kebijakan kita itu yang diskriminatif pada yang lemah. Justru fungsinya pemerintah itu memberikan kesempatan yang kecil untuk jadi yang lebih besar," kata Anies di Jakarta, Sabtu (14/9).
Sebelumnya, pengamat tata kota Nirwono Joga meminta Anies Baswedan untuk tidak mencari pembenaran atas kebijakan yang dianggap merangkul PKL. Anies pun berdalih.
"Kami ingin Jakarta dibangun dengan prinsip keadilan, kesetaraan. Kesetaraan itu dalam semua aspek. Lalu ada ketentuan hukumnya (soal PKL di trotoar). Jadi, kita akan bekerja mengikuti ketentuan hukum yang ada. Jangan sampai kita diskriminatif pada mereka," tutur Anies.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MI/Ramdani)
Anies bersikeras PKL layak berjualan di trotoar. Ia menyoroti soal lahan trotoar yang ada di Jakarta. Menurut Anies, penggunaan trotoar tidak hanya diperuntukan pejalan kaki.
"Trotoar itu kan 24 jam. Ada masa (jarang dilewati) pejalan kaki, ada masa penuh pejalan kaki. Ada jenis trotoar yang tidak mungkin ada orang yang berjualan, ada trotoar yang secara ukuran memungkinkan untuk berjualan," tutur Anies.
Baca juga: Anies: Perluasan Ganjil Genap Efektif Kurangi Macet
"Kebijakan soal trotoar ini tidak bisa seperti pengamat itu mengatakan. Ada satu pendekatan untuk semua trotoar. Kami pun enggak akan begitu. Ada trotoar yang bisa dan ada trotoar yang tidak bisa untuk berjualan. Jadi tidak hitam-putih," tandasnya. (X-15)
Gelombang pertama dilaksanakan hari ini, yang diberikan kepada 774 peserta didik dengan nilai bantuan sebesar Rp3,6 miliar dari total bantuan pemutihan ijazah Tahap IV senilai Rp7,6 miliar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa relokasi pedagang di Pasar Burung Barito, Jakarta Selatan, akan tetap berjalan sesuai jadwal.
Pramono sudah menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menyiapkan relokasi untuk para pedagang tersebut.
Pramono Anung menyebutkan peluncuran jersei baru tim sepak bola Persija bukan hanya pengenalan kostum baru, tetapi simbol semangat untuk menghadapi musim kompetisi 2025/2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen memberikan kesempatan dan wadah kepada para pedagang kecil untuk naik kelas.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan digitalisasi dalam transaksi keuangan bisa mengurangi copet dan aksi premanisme di masyarakat termasuk di pasar-pasar.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved