Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri, Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Chairul Anwar menegaskan pihaknya tidak memaksakan pengungsi asing keluar dari lokasi penampungan di gedung eks Kodim Kalideres, Jakarta Barat.
"Enggaklah, masa dipaksa sih? Kita masih persuasif meminta mereka kembali ke tempat tinggal masing-masing," ujarnya saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (5/9).
Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kemenko Polhukam yang terdiri dari kementerian dan lembaga terkait, saat ini, membantu Pemprov DKI dalam rangka mengoordinasikan penanganan di Kalideres tersebut.
Namun, Chairul mengatakan seharusnya permasalahan tersebut menjadi tanggung jawab United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)
Baca juga: 390 Pengungsi Asing Masih Bertahan di Kalideres
"Permasalahan pengungsi di Kalideres itu kan tanggung jawab penuh UNHCR yang harus menyelesaikan. Kemudian ada Pemprov DKI juga memberikan bantuan. Kemudian juga ada swasta juga memberikan bantuan. Jadi semua yang terlibat di dalam penanganan itu kan harus dikoordinasikan oleh kami," terang Chairul.
Ia kemudian mengatakan dirinya mengetahui UNHCR juga terkendala negara penerima lain karena harus menentukan kriteria-kriteria menerima pengungsi. Misalnya seperti di Australia yang tidak lagi menerima pengungsi dari luar negeri.
"Posisi Indonesia tidak meratifikasi Konvensi 1651 tentang Pengungsi. Artinya Indonesia tidak punya kewajiban menerima pengungsi dari luar negeri. Tapi karena mereka ada di Indonesia, pemerintah Indonesia, juga Pemprov DKI, memberikan bantuan dalam konteks kemanusiaan," tandas Chairul. (OL-2)
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved