Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) menjawab tantangan Anggota Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik soal tidak mengambil gaji dan tunjangan sebagai anggota DPRD DKI.
Tantangan dari Taufik itu menanggapi sikap PSI yang menolak anggaran pengadaan pin emas yang mencapai Rp1,3 miliar.
"Mungkin maksudnya Bang Taufik, sebaiknya anggota dewan yang tidak jelas kerjanya, sering bolos paripurna, harusnya tidak digaji. Kalau seperti itu, PSI setuju," ujar Politikus PSI Rian Ernest saat dihubungi, Kamis (22/8).
Sebelumnya, Taufik mengatakan pengadaan pin emas tersebut sudah sesuai dengan aturan pemerintah pusat.
Sekretariat DPRD memang diharuskan melakukan pengadaan dua pin emas seberat 5 gram dan 7 gram untuk tiap anggota DPRD yang akan dilantik.
Baca juga: Ditantang M Taufik, PSI Singgung Soal Eks Terpidana Korupsi
Namun, Dewan Pimpinan Wilayah PSI DKI Jakarta menolak pin emas yang akan diberikan pada anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.
Menurut PSI Jakarta, ada persoalan yang lebih substantif yang membutuhkan anggaran dibandingkan pemberian pin emas kepada para anggota legislatif.
PSI Jakarta mengusulkan kepada Sekretariat Dewan (Sekwan) untuk menggunakan pin yang terbuat dari kuningan khusus untuk delapan anggota terpilih dari PSI pada saat pelantikan nanti.
"Mungkin ke depannya, Bang Taufik sebagai Wakil Ketua DPRD bisa mengatur penggajian anggota dewan agar sesuai dengan key performance indikator (KPI) kinerja," tandas Ernest. (OL-2)
PSI mengatakan keputusan soal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2029 akan diserahkan pada presiden.
PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai peluang Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka untuk maju pada Pilpres 2029 sangat kecil.
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved