Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEROMBONGAN anak muda semringah dengan busana bernuansa merah dan putih. Mereka berjalan menyusuri sejumlah tempat bersejarah di Ibu Kota.
Tidak hanya melihat-lihat tempat bersejarah, mereka juga diasah kemampuannya melalui beragam gim yang bertema perjuangan kemerdekaan di sejumlah titik yang mereka singgahi.
Mereka adalah anak-anak muda milenial berjumlah puluhan dari usia 17-25 tahun dari sekitaran Jabodetabek dan Surabaya. Mereka mengikuti kegiatan “Historical Race 2019” yang digelar Turun Tangan Jakarta, sebuah yayasan nonprofit yang bergerak di bidang pendidikan politik, sosial kemanusiaan, kesehatan dan lingkungan bekerja sama dengan Forum Indonesia Muda (FIM) Jakarta.
“Kami menggelar napak tilas perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia dengan mempelajari kembali sejarah republik melalui saksi bisunya, seperti museum dan tugu yang berkaitan dengan momentum 17 Agustus. Harapannya adalah agar para pemuda tidak hanya mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga terus memperjuangkan cita-cita kemerdekaan yang diamanatkan para pendiri bangsa,” ujar Juang Akbar Magenda di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8).
Baca juga: Komunitas Indonesia.id Gelar Flash Mob Cokekan di Kota Tua
Menurut Juang, napak tilas tersebut sangat penting untuk memperkuat persatuan pemuda Indonesia, mengedukasi pemuda tentang sejarah kemerdekaan RI, dan meningkatkan nasionalisme pemuda Indonesia.
“Yang tidak kalah pentingnya acara ini untuk menambah jejaring antarpemuda,” jelas Juang.
Peserta dibagi empat kelompok yang masing-masing beranggotakan lima orang. Mereka diminta menyiapkan yel masing-masing untuk menyemangat kegiatan. Peserta tampak antusias mengikuti games estafet perjuangan, games komunikata, dan kuis dalam bentuk cerdas cermat.
Menariknya, peserta ditantang juga untuk mewawancarai warga DKI Jakarta yang mereka temui di jalan tentang arti kemerdekaan.
Selanjutnya, peserta memunggahnya di Instagram masing-masing dengan tagar @fimjakarta @turuntanganjakarta #HiRace2019 #fimjakarta #turuntanganjakarta.
Ada pun lokasi bersejarah yang dikunjungi adalah Gedung Joang 45, Museum Nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dan Museum Tugu Proklamasi.
Di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, misalnya, peserta diajak melihat kondisi rumah tempat perumusan teks proklamasi, siapa saja tokoh kunci yang menyusun teks proklamasi. Selain itu, peserta juga diajak untuk mengetahui tokoh yang hadir saat pembacaan teks untuk pertama kalinya sebelum diproklamirkan ke khalayak umum.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB di Gedung Joang 45 dan diakhiri dengan upacara bendera di Tugu Proklamasi Jakarta, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. (OL-2)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku masih ada pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai termasuk janji mengatasi banjir dan macet.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat ada 90 RT dan enam ruas jalan di Jakarta terendam banjir dampak tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Ibu Kota dan sekitarnya
Banjir di Jakarta Barat dipicu oleh curah hujan ekstrem serta luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan.
Penundaan ini murni merupakan langkah taktis untuk menjaga stabilitas anggaran di tengah pemotongan dana transfer dari pusat.
Dalam rangka merayakan Hari Kasih Sayang, Cadbury berkolaborasi dengan Prisma Group menghadirkan activation terintegrasi melalui METALED Djakarta Theater dan Videotron Braga.
Pemprov DKI Jakarta melakukan pemasangan turap di Kali Cideng Atas untuk mengantisipasi terjadinya banjir serta longsor di bibir kali
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved