Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MOTIF ekonomi menjadi alasan seorang pria tega membunuh istrinya dan membakarnya bersama anaknya yang berusia 5 tahun. Pelaku yang berprofesi sebagai kuli panggul semangka di Pasar Induk Kramat Jati itu tega membakar istrinya setelah membunuhnya menggunakan batu dan pisau. Pelaku bernama Jumharyono, 43, sebelumnya sudah terlibat cekcok dengan sang istri, Khoriah, perihal ekonomi.
"Motifnya melakukan itu karena masalah ekonomi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya (PMJ), Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (6/8).
Baca juga: Kesehatan Hewan Kurban di Kota Bekasi Mengkhawatirkan
Saat malam kejadian, Jumharyono sudah menyiapkan batu dan gunting sebagai alat untuk membunuh sang istri. Sebelum dibunuh, pelaku dan korban juga sempat melakukan hubungan badan terlebih dahulu.
"Kemungkinan yang bersangkutan memaksa istrinya untuk melakukan hubungan suami istri," tambah Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Hery Purnomo.
Dalam pemeriksaan, polisi menduga pelaku mempunyai kelainan seks, yaitu hypersex. Dugaan tersebut berdasarkan keterangan tetangga yang telah diperiksa polisi. Hal ini diduga juga menjadi salah satu penyebab pelaku dan korban cekcok sebelum kejadian tragis itu terjadi.
Sebelumnya, Jumharyono nekat menghabisi nyawa istrinya, Khoriah, dini hari tadi sekira pukul 02.00 WIB. Selain membunuh istrinya, pelaku juga sempat ingin membunuh anaknya yang masih berusia lima tahun dengan cara membakarnya hidup-hidup. Beruntung bocah lelaki berinsial R itu selamat, namun mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Kejadian tersebut terjadi di kontarakan pelaku sekaligus korban di Jalan Dukuh V, Kramat Jati, Jakarta Timur. (OL-6)
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Sebuah studi terbaru mengungkap adanya korelasi mengejutkan antara diagnosis kanker dengan peningkatan risiko perilaku kriminal pada pasien.
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved