Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Perhubungan DKI Jakarta tidak hanya mengembangkan bus listrik untuk mengatasi pencemaran udara di Ibu Kota. Saat ini, Dishub DKI juga sedang mengobservasi pengoperasian taksi listrik yang dimiliki salah satu operator taksi di Jakarta.
Hal itu diungkapkan Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo saat menanggapi arahan Presiden Joko Widodo agar Jakarta mengembangkan kendaraan ramah lingkungan terutama listrik untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota yang semakin memburuk
"Selain bus, kami juga sedang melihat operasi taksi listrik yang diuji coba salah satu operator. Saat ini sudah ada 25 unit," kata Syafrin saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (1/8).
Syafrin mengatakan hasil uji coba taksi listrik itu nantinya akan dievaluasi.
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Sedang Uji Coba Bus Listrik
Hasil evaluasi itu akan dijadikan bahan pertimbangan untuk menerapkan aturan taksi listrik lebih luas serta mendukung kebijakan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.
"Dari evaluasi itu, kami harap bisa mendapatkan rekomendasi untuk diterapkan dalam beberapa waktu ke depan," kata dia.
Selain taksi listrik, sebelumnya, Pemprov DKI juga sedang mengembangkan bus listrik dengan melakukan uji coba terhadap tiga unit bus listrik.
Uji coba dilakukan oleh PT Trans-Jakarta yang menguji coba tiga unit bus listrik terdiri dari dua unit dari merek asal Tiongkok, BYD, yang didistribusikan PT Bakrie Autoparts dan satu unit dari PT Mobil Anak Bangsa (MAB) buatan lokal. (OL-2)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved