Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SUARA bentakan yang keras memicu pertumpahan darah sesama korps kepolisian di Polsek Cimanggis, Bogor. Tidak tanggung-tanggung, Brigadir Rangga Tianto, 41, memuntahkan tujuh peluru ke tubuh Brigadir Rachmat Effendy, 31.
Peristiwa bermula ketika Rachmat yang bertugas di Kantor Ditlantas Polda Metro Jaya mengamankan seorang pelaku tawuran, Fahrul Zachrie, dengan barang bukti celurit, Kamis (25/7) malam.
Fahrul digelandang ke Polsek Cimanggis. Tidak berapa lama, datang Zulkarnaen, ayah Fahrul, disertai Brigadir Rangga Tianto yang merupakan paman Fahrul. Mereka meminta Fahrul dilepaskan untuk dibina di rumah.
Rachmat, warga Permata Tapos Blok A/1 RT 003/008 Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, Depok, keberatan karena dia yang melerai dan melihat perbuatan Fahrul. Dengan berbagai alasan, Zulkarnaen dan tersangka mendesak supaya kasus tersebut tidak dilanjutkan, apalagi tidak ada pelapor.
Korban yang aktif dalam bidang pembinaan ketertiban masyarakat dengan lantang menegaskan Fahrul harus diproses sesuai hukum dan dirinya bersedia sebagai saksi pelapor. Suara Rachmat yang meninggi menyulut emosi Rangga Tianto. Ia keluar dari ruang Sentra Pelayanan Polsek Cimanggis, masuk ke ruangannya dan mengambil senjata api (senpi) jenis HS9.
“Dia lalu menembak korban sebanyak tujuh kali pada bagian dada, leher, paha, dan perut,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Jumat (26/7). Rachmat tewas ditempat.
Tersangka yang tinggal di Jatijajar RT 006/003, Kelurahan jatijajar, Tapos, Depok, selanjutnya diamankan petugas komandan piket malam itu, Inspektur Dua Adhi Bowo Saputro. Kemarin, pelaku dibawa dan ditahan di Polda Metro Jaya.
Indonesia Police Watch meminta pihak kepolisian kembali mengevaluasi anggota yang memiliki kewenangan memegang senpi. “Polisi juga harus terus-menerus mendata dan mengevaluasi kondisi psikologis semua anggota yang memegang senpi,” cetus Ketua Presidium IPW, Neta S Pane.
Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra, tersangka Rangga Tianto layak memegang senpi. “Dia layak ya, tetapi dalam kasus ini mungkin dia lepas kontrol,” jelasnya.
Tes urine
Terdapat enam pertimbangan anggota Polri diizinkan memegang senjata api. Pertama, apakah tugas yang bersangkutan berorientasi memegang senpi. “Kedua, dia harus punya rekomendasi dari pimpinannya,” ujar Asep.
Ketiga, anggota polisi tersebut lulus ujian psikotes, selanjutnya lulus ujian kesehatan, dan kelima lulus ujian mahir menembak. Terakhir, track record-nya baik.
Karena semua poin dilalui Rangga dengan baik, Asep menyatakan pihaknya akan mengetes psikologis, kesehatan, dan urine yang bersangkutan untuk mengungkap penyebab tersangka emosional dan bertindak brutal.
Asep memastikan setiap anggota polisi yang memegang senpi pasti menjalani pemeriksaan senjata, peluru, maupun orangnya, setiap enam bulan sekali.
Psikolog Universitas Pancasila, Aully Grashinta, menduga tersangka tega menembak sesama korps karena menyinggung secara pribadi. “Orang yang membawa senjata punya kecenderungan menggunakan pada saat terdesak atau tertekan secara emosional. Oleh karena itu, perlu dilakukan psikotes secara berkala, terutama bagaimana reaksinya pada kondisi dengan tekanan,” tukasnya. (KG/SM/J-1)
Jaksa Agung Florida memulai investigasi atas insiden penembakan speedboat terdaftar AS oleh penjaga pantai Kuba yang menewaskan empat orang.
Empat orang tewas dan enam lainnya luka-luka setelah speedboat berbendera AS terlibat kontak senjata dengan penjaga perbatasan Kuba di dekat Cayo Falcones.
Seorang pria bersenjata shotgun tewas ditembak Secret Service setelah menerobos perimeter aman kediaman Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida.
FBI dituduh tidak kooperatif dalam penyelidikan penembakan perawat Alex Pretti. Gubernur Minnesota sebut operasi imigrasi tinggalkan trauma mendalam.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti penting, mulai dari proyektil peluru hingga rekaman CCTV guna mengidentifikasi pelaku penembakan di rumah anggota DPRD Jateng.
DUGAAN percobaan pembunuhan terhadap suami anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Amat Muzakhim, 56, di Pekalongan perlahan terkuak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved