Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku BUMD DKI menjamin Intermediate Treatment Facility (ITF) atau Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA) yang digagas Pemprov DKI Jakarta tidak akan berakhir seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu.
Sebelumnya, PLTSa Sumur Batu mendapat teguran dari Pemerintah Kota Bekasi karena dinilai gagal uji coba. Dibangun sejak 2016, PLTSa belum juga bisa beroperasi dan malah menghasilkan kapasitas listrik yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian kontrak dengan Pemkot Bekasi.
"Ya karena teknologi ITF memang harus presisi ya antara mesin, sampah yang dibutuhkan harus sesuai," kata Sekretaris Perusahaan Jakpro Hani Sumarmo dalam konferensi pers di Balai Kota, Rabu (24/7).
Baca juga: Ada ITF, Produsen Plastik tidak Hilang Tanggung Jawab
Hani pun menyebut pengolahan sampah menggunakan ITF tidak mudah. Terlebih teknologi ini terbilang baru di Indonesia. Menurutnya, gagal uji coba dalam pengolahan sampah menjadi listrik bisa disebabkan banyak faktor di antaranya mesin yang kurang mampu maupun pasokan sampah yang kurang.
"Untuk ITF Sunter menghasilkan 35 megawatt butuh 2.200 ton sampah per hari. Maka kami jaga pasokan itu," terangnya.
Jakpro pun menggunakan teknologi dari Finlandia yang sudah berpengalaman mengolah sampah menjadi listrik sehingga dijamin tidak akan mengalami kegagalan operasi.(OL-5)
PENGELOLAAN sampah di DKI Jakarta kembali menjadi perhatian publik.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menilai kinerja pengelolaan sampah nasional masih perlu ditingkatkan.
WAKIL Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyatakan kurve dan pembuatan bank sampah di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu strategi penanganan sampah.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif.
Pemkot Bandung akan mengkaji dan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan seperti RDF, budidaya maggot, pengolahan organik, serta pengurangan sampah dari sumber.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved