Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pemprov DKI Siapkan Alat Ukur Kualitas Udara Di Penjuru Jakarta

M. Iqbal Al Machmudi
05/7/2019 13:03
Pemprov DKI Siapkan Alat Ukur Kualitas Udara Di Penjuru Jakarta
Ilustrasi(MI/Agung Wibowo )

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyiapkan alat ukur kualitas udara Jakarta sehingga dapat mengetahui sebaran kualitas udara Jakarta secara merata dan tidak terpaut dengan beberapt titik saja.

"Pemprov DKI akan menyiapkan alat-alat ukur kualitas udara. Karena hari ini kalo kita ditanya balik yang bilang kualitas udara buruk maka kita hanya bisa menentukan paling 10 titik hingga 15 titik maksimal di Jakarta. Dan yang keluar di air visual itu dari kedutaan Amerika."

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat membuka workshop Kesehatan Lanjut Usia dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2019 di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (5/7).

Tujuan penyediaan alat deteksi kualitas udara sendiri untuk mengetahui kuakitas udara Jakarta secara luas dan tidak tergantung dengan beberapa titik saja.

"Jadi kan menggambarkan kualitas udara di sekitar gambar saja. Tapi belum kualitas udara di seluruh Jakarta," lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

"Jadi salah satu langkah yang akan kita kerjakan adalah memiliki alat ukur kualiatas udara secara lebih banyak sehingga kita bisa menjangkau lebih luas di Jakarta," imbuhnya.

Saat ini, polusi udara di Jakarta masuk kategori sangat mengkhawatirkan. Indeks kualitas udara di Jakarta tercatat 164, masuk kategori tidak sehat (151-200).

Akibat hal tersebut sejumlah masyarakat melalui Greenpeace Indonesia menggugat Gubernur DKI dan Presiden RI ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan Nomor gugatan 374/Pdt.G/LH/2019/PN Jkt.Pst. Atas respon masyarakat tersebut, Gubernur DKI akan menghormati hukum

"Jadi kita hargai kita hormati. Dan nanti biar proses hukum berjalan. Dan sisi lain ini adalah sebuah kota dengan kegiatan perekonomian. Kegiatan sosial dan polusi udara adalah residu dari kegiatan itu. Karena itu saya mengajak kepada semuanya untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," papar Anies Baswedan.

baca juga:

Anies pun menghimbau kepada masyarakat untuk lebih mengutamakan menggunakan kendaraan umum ketika beraktivitas sehari-hari.

"Mari gunakan kendaraan umum. TransJakarta jangkauannya sudah lebih luas. Kualitasnya baik, ada MRT dan juga kendaraan-kendaraan umum lainnya, gunakan itu," tutup Anies. (OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya