Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA menggandeng Belanda dalam kerja sama riset dan penerapan teknologi River Clean-Up System (RCS) untuk membersihkan sungai-sungai di Indonesia dari sampah, khususnya sampah plastik. Pengoperasian satu alat RCS telah diresmikan di Cengkareng Drain, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara.
Penggunaan alat RCS pada tahap awal rencananya akan digunakan untuk membersihkan 14 sungai yang ada di Jakarta.
Ditargetkan, akhir tahun, teknologi tersebut sudah bisa segera diterapkan di wilayah-wilayah yang mengalami pencemaran sampah plastik berat seperti Jakarta dan Bali.
"Kita ingin di banyak sungai dipasang alat RCS ini, misalnya seperti di Teluk Jakarta kita mungkin bisa gunakan juga beberapa dan itu akan sangat membantu membersihkan sampah plastik ke laut," Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan seusai melakukan peresmian RCS di Cengkareng Drain, Jakarta Utara, Senin (15/3).
Teknologi RCS berfungsi mengekstraksi sampah plastik yang mengalir di sungai. Sampah kemudian ditampung ke dalam kantong-kantong besar melalui conveyor belt, lalu dibawa ke tepi sungai dan diangkut ke tempat penampungan lalu dipilah untuk didaur ulang.
Baca juga: Volume Sampah Justru Naik saat Ramadan
Seluruh sistem RCS dioperasikan dengan tenaga listrik panel surya yang terpasang di atap RCS. Ada 14 belas kantong besar untuk menampung sampah. Isi kantung dan rotasi penggantiannya tergantung kepada aliran sungai, kecepatan, jumlah sampah dan jenisnya.
Dalam dua bulan pertama uji coba sistem, RCS akan beroperasi maksimal 8 jam sehari. Adapun kapasitas maksimalnya satu unit RCS bisa menangani sampah 30 ton per hari.
Menteri LHK Siti Nurbaya, yang turut hadir dalam peresmian, menambahkan alat RCS ini ke depan akan dikoordinasikan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk diadopsi dan diproduksi ulang secara masal di Indonesia.
Selain itu, kata Menteri Siti, pemerintah juga tengah memikirkan konsep pengolahan sampah yang telah terkumpul melalui RCS untuk disalurkan ke pelaku daur ulang.
Dengan pendekatan sirkular tersebut, diharapkan upaya pembersihan sampah plastik dapat berefek ganda lebih besar bagi masyarakat lokal.
"Yang penting juga, RCS ini akan diriset dulu. Ini alatnya dari Belanda belum buatan kita, nanti BPPT akan teliti," ujar Menteri Siti. (OL-2)
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
Pemerintah terus mendorong penggunaan sustainable material di sektor industri, salah satunya melalui pengembangan bioplastik.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Ada sekitar 56 produk yang dibawa Greenhope ke World Expo 2025 Osaka. Produk-produk tersebut berupa bioplastik dan biodegradable additive.
Bencana banjir terparah saat ini melanda Desa Tebing Tinggi di Kabupaten Balangan, ketinggian air mencapai lebih dua meter
Mikroplastik tidak hanya membawa risiko dari bahan dasarnya sendiri seperti ftalat dan BPA yang bersifat pengganggu hormon, tetapi juga bertindak seperti magnet yang menyerap racun lain
Miliaran tahun silam, air pernah mengalir di permukaan Mars. Para ilmuwan sepakat bahwa planet ini pernah memiliki jaringan Sungai.
Perubahan warna air kali terjadi pada Sabtu (4/10) sore hingga petang kemarin.
Pada era modern saat ini, peradaban terbaik untuk Kabupaten Bekasi adalah mengembalikan hamparan sungai sepanjang mungkin tanpa ada yang membatasi.
Para peneliti menemukan lebih dari 15.000 km aliran sungai kuno di Mars, menunjukkan Planet Merah pernah hangat dan basah akibat hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved