Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan membandingkan banjir saat ini dengan masa kepemimpinan Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Anies menyebut banjir era Ahok lebih parah.
Pengungsi banjir tahun ini hanya sekitar 1.600 orang. Sedangkan zaman Ahok, banjir bisa membuat ratusan ribu orang mengungsi.
"Banjir yang kemarin itu bukan apa-apanya dibanding banjir yang pernah dialami Pak Basuki. Kalau sekarang yang mengungsi hanya 1.600 orang, dulu bisa sampai 200 ribu," kata Anies di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (2/5).
Menurut Anies, banjir di zaman Ahok lebih besar ketimbang tahun ini. Banjir kali ini hanya terjadi di pinggiran, belum ke pusat kota.
"Kalau yang pekan lalu itu terjadinya di wilayah-wilayah sebelum masuk ke pusat kota. Jadi, memang banjirnya di bantaran sungai, karena ada air dari hulu," ungkap dia.
Baca juga: Atasi Banjir, Anies Harus Perbanyak Aksi
Sebelumnya, Anies menyebut salah satu penyebab sedikitnya jumlah pengungsi tahun ini ialah air hujan di hulu bisa dikendalikan. Sedangkan dulu, air kiriman dari Bogor tumpah ke Jakarta tanpa bisa dikendalikan.
"Karena volume air dari hulu tidak dikendalikan. Jadi kalau dibandingkan sangat kecil dengan 2015 tapi kenapa keduanya terjadi? Karena air hujan di hulu tidak dikendalikan. Begitu hujan ya langsung mengalir," ujar dia.
Mantan Mendikbud ini pun menegaskan akan bekerja sama dengan Kota Bogor untuk menambah kolam retensi. Salah satu hasil kerja sama dengan Kota Bogor ialah kolam retensi di Cibuluh, Bogor.
"Kalau itu dibuatkan waduk-waduk volume air yang turun akan terkendali. Itulah jangka pendek yang harus segera dituntaskan," pungkas Anies. (Medcom/OL-2)
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved