Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Ketimbang Jadi Menteri, Bima Arya Pilih Bereskan Angkot Bogor

Dede Susianti
14/4/2019 15:15
Ketimbang Jadi Menteri, Bima Arya Pilih Bereskan Angkot Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya.(MI/Dede Susianti)

WALI Kota Bogor terpilih untuk periode 2019-2024 Bima Arya Sugiarto menanggapi santai tudingan dirinya mengincar posisi menteri.

Anggapan itu dituduhkan pada Bima yang saat ini juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) setelah dia berpaling memberikan dukungan untuk calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo. Sikap Bima itu berbeda dengan sikap partainya, PAN, yang mendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo

"Engga ada. Engga ada. Engga ada. Bagi saya, mimpi saya paling besar adalah menyelesaikan persoalan di Bogor. Jadi tidak ada pikiran apa pun kecuali beresin angkot, beresin Pasar Bogor, Pasar Anyar, dan Stasiun," ungkap Bima saat ditanya anggapan ingin jadi menteri Jokowi.

Pernyataan Bima tetap sama ketika wartawan menanyakan bagaimana jika Jokowi menang, kembali jadi presiden, dan meminta dirinya jadi salah satu menterinya.

"Engga ada. Gak kepingin saya. Gak kepingin jadi menteri saya. Lebih baik jadi wali kota ketimbang menteri," katanya.

Baca juga: Sejak Dini Hari Tadi, Jakarta Dibersihkan dari Atribut Kampanye

Dua hari lalu, Bima secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Meski sebenarnya sikap kecondongan Bima terhadap Jokowi sudah ditunjukkan sejak lama dan di berbagai kesempatan. Baik di kegiatan-kegiatan yang dihadiri Jokowi-Ma'ruf maupun tidak. Termasuk di sejumlah acara pada masa kampanye paslon tersebut, Bima selalu menunjukkan diri.

Bima mengatakan, dia bukan hanya siap menerima risiko dari partainya. Tapi dia juga menyatakan siap atas risiko pilihannya mendukung Jokowi. Termasuk ketika pilihannya salah atau jika Jokowi-Amin kalah.

"Apapun ada risikonya. Namanya politik ada risiko. Sebagai politisi semua ada risiko dan risiko itu akan saya hadapi," katanya ketika ditanya bagaimana jika Jokowi tidak terpilih lagi.

Bima pun menyatakan kesiapannya jika dipecat dari partai yang didirikannya itu.

"Siap Insyaalah. Apapun siap. Semua ada risiko. Hidup adalah pilihan dan pilihan hari ini saya audah tahu ada risikonya. Namanya politik ada menang ada kalah. Ketika maju pilkada kan saya siap kalah. Apalagi orang lain yang kita dukung," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya