Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TEROR bom molotov terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif terus didalami polisi. Penyidik tengah mengidentifikasi sidik jari yang menempel pada botol.
Tercatat telah 12 saksi telah diperiksa polisi dalam kasus ini. Mereka yang diperiksa diduga mengetahui banyak peristiwa tersebut.
"Sisa-sisa botol itu akan dianalisa kembali apakah ada sidik jari yang bisa muncul," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/1).
Baca juga: Tersangka Baru Hoaks Tujuh Kontainer Seorang Guru
Pemilik sidik jari pada botol akan diintefikasi lebih jauh. Bila sidik jari tersebut pernah direkam KTP-el akan langsung terkoneksi. "Orang itu pasti langsung berhasil diidentifikasi oleh Inafis," ucapnya.
Sementara itu, pemeriksaan CDR CCTV masih dilakukan. Polisi bakal meminta ahli teknologi untuk menganalisa CDR.
Dedi mengatakan jumlah saksi masih 12, belum bertambah. Tak menutup kemungkinan, polisi akan memeriksa pihak-pihak lainnya.
"Tapi masih perlu pendalaman," ucap Dedi.
Rumah dua pimpinan KPK diteror bom, Rabu, 9 Januari 2019. Bom molotov ditemukan di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Sedangkan, bom rakitan ditemukan di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo.(Medcom/OL-6)
Kasus ini bermula saat DJ Donny melaporkan serangkaian teror fisik di rumahnya yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Siapa DJ Donny? Profil lengkap Ramond Dony Adam, perjalanan dari DJ hiburan ke pengkritik pemerintah yang vokal dan jadi sorotan.
Kronologi teror bom molotov ke rumah DJ Donny di Jakarta. Aksi ini merupakan teror kedua setelah paket bangkai ayam. Kasus telah dilaporkan ke polisi
DJ Donny, resmi melaporkan aksi teror yang menimpa dirinya dan keluarga ke Polda Metro Jaya, Rabu (31/12)
Selain menangkap seluruh tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti bom molotov, ponsel, motor dan barang bukti lainnya.
Hingga kini, aparat Brimob terus melakukan upaya pembubaran massa dengan tembakan gas air mata, sementara situasi sekitar Mako Brimob Kwitang tetap mencekam
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved