Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI para pecinta makanan Jepang, khususnya sajian mie, pasti tidak asing dengan ramen, udon, dan soba yang sudah mendunia.
Jika ditelusuri lebih dalam, ternyata ada beberapa perbedaan dari pembuatan ramen, udon, dan soba yang biasa dibuat di Jepang, utamanya dalam penggunaan tepung.
Chef dari restoran ramen Jepang Zunso-Ya, Masano Takeda, mengatakan perbedaan dari ramen dan udon terletak pada kandungan gluten di tepung, yaitu protein yang ditemukan di gandum, barley, dan rye, yang memberikan elastisitas dan tekstur kenyal. Sementara untuk soba menggunakan tepung soba yang bebas gluten.
"Udon, Soba, dan Ramen, perbedaannya adalah bahan-bahannya. Ramen lebih mudah dibuat karena gluten. Jadi ketika kita membuat mie udon, kita harus membuatnya lebih kuat, jadi teksturnya berbeda. Tapi kalau Ramen, kita tidak harus membuatnya terlalu gluten," kata Masano, dikutip Sabtu (29/11).
Selain dari penggunaan tepung untuk membuat ramen, udon dan soba, perbedaan lainnya juga terletak pada daging hewani atau chashu yang dipakai sebagai topping.
Dengan teknik memasak perlahan atau slow cooking dan direbus dengan suhu rendah, akan didapat chashu yang lembut.
Untuk potongan paha ayam, Masano menyarankan untuk memasaknya dengan waktu sekitar 3 jam dengan suhu rendah agar tidak hancur.
"Jadi kita bisa mempertahankan chashu yang soft, juicy dan tender, kalau pakai api yang besar durasi memasak memang lebih cepat tapi teksturnya bisa hancur," katanya.
Masano mengatakan, kuah kaldu dari rebusan daging hewani merupakan 'pemain utama' untuk penyajian baik ramen, udon atau soba. Masano juga mengatakan khususnya ramen yang biasanya tersedia di restoran Jepang yang membuka cabang di Indonesia sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia dengan tingkat keasinan yang dikurangi, karena di Jepang kuah kaldunya memiliki rasa yang lebih kuat atau lebih asin daripada di Indonesia.
Sementara itu CEO Zundo-Ya, Shinsuka Umaba, menambahkan, ada perbedaan lain dari kuah kaldu ramen di Jepang dan di Indonesia yakni mayoritas di Jepang menggunakan daging babi sebagai bahan utama kuah kaldu, sementara di Indonesia menggunakan tulang ayam.
"Jadi yang spesifik perbedaan antara ramen yang disajikan di Jepang dengan yang di Indonesia itu adalah terletak pada jenis binatangnya saja sudah berbeda. Nah, dari situlah kaldu yang dijadikan asal dari ramennya tentunya rasanya akan berbeda," kata Umaba.
Umaba menjelaskan rahasia kuah ramen yang otentik ada pada rebusan tulang yang cukup banyak tanpa daging untuk bisa mengeluarkan kaldu. Maka itu cukup sulit untuk membuat ramen ala rumahan karena membutuhkan bahan baku tulang yang banyak. (Ant/Z-1)
Ilmuwan temukan Corallizoanthus aureus, spesies karang baru di kedalaman 384 meter yang mampu memancarkan cahaya hijau. Penemuan pertama di gua laut dalam!
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis (5/2) waktu setempat, Donald Trump memuji kepemimpinan Sanae Takaichi sebagai sosok yang kuat dan bijaksana.
Kemenangan ini memastikan Indonesia melangkah ke final Piala Asia Futsal 2026, sebuah capaian tertinggi sepanjang sejarah tim.
Babak pertama diwarnai tekanan intens dari Jepang yang mencoba menguasai tempo permainan.
Sejarah ditorehkan Indonesia di turnamen tersebut dengan pertama kalinya menembus babak empat besar. Kini, timnas futsal Merah Putih melanjutkan langkah untuk merebut tiket final.
Timnas futsal Indonesia memastikan langkah bersejarah ke babak semifinal Piala Asia Futsal 2026 dan akan menghadapi ujian berat berhadapan dengan Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved