Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAN kamu mengalami jantung berdebar saat hamil? Apakah hal tersebut normal? Jantung berdebar saat hamil merupakan hal yang lumrah terjadi.
Melansir dari situs Mandaya Hospital Group, kondisi ini biasanya tidak berbahaya, tetapi pada sebagian orang juga bisa menandakan gangguan kesehatan yang harus segera diatasi.
Selama masa kehamilan, volume darah naik hampir 50% karena janin yang terus tumbuh membutuhkan darah tambahan untuk tetap berkembang dengan sehat.
Baca juga : 8 Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari Ibu Hamil
Ketika volume darah meningkat, maka aliran darah dan beban jantung juga semakin bertambah karena perlu usaha lebih untuk memompa darah ke seluruh tubuh ibu dan janin. Hal inilah yang membuat jantung ibu hamil berdebar lebih cepat dari biasanya.
Apakah Jantung Berdebar Pada Ibu Hamil Berbahaya bagi Janin?
Pada ibu hamil yang sehat, peningkatan detak jantung termasuk hal yang normal dan tidak berdampak negatif pada janin. Akan tetapi, jika kondisi ini disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu seperti berkurangnya oksigen pada darah atau aritmia, maka bisa berpengaruh pada janin.
Baca juga : Relaksasi dengan Aromaterapi Bantu Meredakan Stres
Untuk mengatasi jantung berdebar saat hamil, bisa melakukan beberapa langkah untuk membantu mengembalikan detak jantung agar kembali normal. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan.
1. Minum Air Putih yang Cukup
Ibu hamil perlu minum air putih yang cukup karena tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Selain itu, ibu hamil hindari mengonsumsi minuman yang bisa memicu dehidrasi dan kerusakan pada janin seperti kafein dan alkohol.
Baca juga : Machine Gun Kelly Ungkap Perjuangannya dengan Alkohol dan Dukungan Megan Fox
2. Lakukan Relaksasi
Pada ibu hamil yang detak jantungnya meningkat, melakukan teknik relaksasi seperti tarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya secara perlahan, bisa jadi salah satu cara untuk jadi lebih tenang.
Ibu hamil juga bisa mencoba meditasi untuk menghilangkan kecemasan dan stres yang erat kaitannya dengan peningkatan detak jantung.
Selain itu, Ibu hamil disarankan untuk segera mencari pertolongan medis, apabila naiknya detak jantung disertai gejala-gejala sebagai berikut.
Reaksi ini muncul karena sistem kekebalan tubuh menganggap zat tertentu dalam obat tersebut sebagai substansi yang bisa membahayakan tubuh.
Gangguan jantung berdebar adalah kondisi jantung yang berdenyut terlalu kuat, terlalu cepat, atau tidak beraturan.
Indonesia resmi jadi negara dengan kedai kopi terbanyak di dunia. Hampir 462 ribu coffee shop tumbuh dari budaya nongkrong, UMKM, dan ekosistem digital.
Matcha dikenal luas sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan, mampu meningkatkan energi, serta membantu fokus.
Kafein dalam dosis tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis, yang berdampak pada meningkatnya detak jantung serta munculnya rasa gelisah
Kafein dalam kopi bersifat bronkodilator ringan, bantu meringankan gejala asma sementara. Namun, kopi bukan pengganti obat inhaler utama.
Penelitian menunjukkan penderita A-fib tidak perlu lagi menghindari kopi. Studi di JAMA menemukan konsumsi kopi berkafein menurunkan risiko kekambuhan hingga 17%.
Batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah sekitar 300–400 miligram per hari. Angka ini setara dengan dua hingga tiga gelas kopi, tergantung ukuran gelasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved