Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

87 Ton Bawang Dikirim ke Jakarta

(UL/PO/LD/DG/N-1)
26/5/2016 03:00
87 Ton Bawang Dikirim ke Jakarta
(ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

DALAM rangka menjaga pasokan di DKI Jakarta, Bulog Subdivisi Cirebon, Jawa Barat, sudah melakukan penyerapan bawang merah. Bawang merah itu pun sudah dikirimkan ke Jakarta. Hal tersebut diungkapkan Kepala Subdivisi Bulog Cirebon Titov Agus S di Cirebon, Rabu (25/5). Untuk di Cirebon, lanjut Titov, pengadaan bawang merah tercatat sebanyak 64,8 ton. Untuk di Majalengka, pengadaan bawang merah yang berhasil mereka lakukan sebanyak 22,3 ton. Dia menjelaskan seluruh bawang merah tersebut sudah dikirimkan ke Jakarta. "Pengadaan dari Cirebon dikirim sejak dua minggu lalu." Untuk bawang dari Majalengka, jelasnya, dikirim ke Jakarta sekitar seminggu lalu. Titov mengatakan pengadaan bawang merah itu memang untuk memenuhi stok kebutuhan di Jakarta. "Di sini kita tidak kekurang-an bawang merah, stoknya masih mencukupi," kata Titov. Untuk beras, jelas Titov, Bulog Cirebon sudah menyerap 55,9% dari target.

"Hingga 23 Mei, pengadaan sudah mencapai 78,39 ton atau 55,9% dari target prognosis sebesar 140 ribu ton," katanya. Sementara itu, Bulog Divre Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat serapan beras petani hingga kemarin baru sebanyak 365 ton atau 2,43% dari target 15 ribu ton. Kabid Pelayanan Publik Bulog Divre NTT Dominggus Foes mengatakan rendahnya serapan beras dari petani disebabkan kemarau panjang yang mengakibatkan banyak petani tidak menanam padi.

Alasan lain ialah banyak petani belum memasuki panen raya. "Panen baru berlangsung hingga Oktober," kata Dominggus di Kota Kupang. Untuk menekan harga menjelang Ramadan, Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) Banyumas, Jawa Tengah, berencana menyalurkan beras untuk masyarakat sejahtera (rastra) sebanyak dua kali. "Biasanya, saat Ramadan harga kebutuhan pokok melonjak, termasuk beras, sehingga kami berenca menyalurkan rastra dua kali pada Juni. Diharapkan akan menjaga harga beras tetap stabil," ujar Kepala Gudang Beras Bulog Purwonegoro, Banjarnegara, Setiabudi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik