Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGINYA angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat upaya deteksi dini untuk tes HPV DNA. Kemenkes bekerja sama dengan Tirta Medical Centre dan DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surabaya.
Berdasarkan data Kemenkes, setiap tahun sekitar 36.000 perempuan Indonesia didiagnosis menderita kanker serviks. Dari jumlah tersebut, sekitar 21.000 perempuan meninggal dunia, atau setara tiga dari lima penderita.
Kepala Cabang Tirta Medical Centre Surabaya, Eko Novidianto, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan menggunakan metode HPV DNA untuk mendeteksi keberadaan virus sejak dini.
"Penularan virus ini umumnya terjadi melalui hubungan seksual atau lingkungan seksual," kata Eko dalam keterangannya, dikutip Minggu (14/12).
Ia menekankan pentingnya deteksi dini karena infeksi Human Papillomavirus (HPV) dapat berkembang menjadi kanker rahim atau kanker serviks.
“Secara global, kanker serviks menempati urutan kedua penyakit kanker terbanyak pada perempuan. Sementara itu, Indonesia menjadi negara ketiga dengan jumlah penderita kanker serviks yang cukup tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pemeriksaan HPV DNA telah dilaksanakan di berbagai wilayah, seperti wilayah Sidoarjo yang telah menjangkau 5 hingga 10 lokasi.
"Di Surabaya, kegiatan serupa sudah dilaksanakan di sekitar lima hingga enam lokasi. Sementara di wilayah Sidoarjo telah menjangkau lima hingga 10 lokasi. Target pemeriksaan untuk Surabaya sebanyak 5.000 orang dan Sidoarjo juga sebanyak 5.000 orang," jelasnya.
Pemeriksaan ini diikuti oleh 300 perempuan yang sudah menikah dengan batas usia maksimal 70 tahun serta memenuhi sejumlah ketentuan. Di antaranya tidak melakukan hubungan intim dalam kurun waktu 2×24 jam sebelum pemeriksaan, tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan, tidak sedang haid atau hamil, serta belum menjalani pemeriksaan HPV DNA dalam satu tahun terakhir.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Surabaya, Akhmad Setiadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian LDII terhadap kesehatan masyarakat sekaligus dukungan terhadap program Kemenkes RI dalam menekan angka kanker serviks.
"Kami mendatangkan para ibu untuk mendeteksi potensi kanker. Semoga seluruh ibu yang mengikuti tes mendapatkan hasil yang sehat," kata Akhmad.
Setiadi menambahkan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan agar memberikan manfaat yang lebih luas.
"Kegiatan seperti ini semoga bisa dilaksanakan secara kontinu dan dapat menjadi data kesehatan ibu-ibu, khususnya terkait kanker serviks. Dengan dukungan penuh dari DPD LDII Surabaya, kami berharap kesehatan ibu-ibu dapat terus terjaga dan tetap sehat," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD LDII Surabaya, Riko Lazuardi, menilai kegiatan tersebut sangat membantu perempuan agar terhindar dari kanker mulut rahim.
"Dengan deteksi dini, derajat kesehatan bisa ditingkatkan sehingga biaya kesehatan yang dikeluarkan juga jauh lebih ekonomis dan usia harapan hidup juga meningkat,” papar Riko.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
"Kami berharap kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dapat menjadi budaya bagi kaum wanita, sehingga rutin melakukan deteksi dini khususnya kanker mulut rahim ini," ujarnya. (H-4)
Radioterapi merupakan satu dari tiga pilar utama terapi kanker, berdampingan dengan prosedur pembedahan dan terapi sistemik.
PT Bio Farma (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyelenggarakan kegiatan Vaksinasi HPV Massal untuk mencegah kanker serviks
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
“Hampir 90% kanker serviks dapat dicegah. Karena itu, vaksinasi 500 perempuan hari ini merupakan langkah strategis dalam melindungi kesehatan perempuan Indonesia,”
Tenaga kesehatan dibekali keterampilan VIA–DoVIA dan penggunaan AI HerLens dengan materi mencakup materi klinis, praktik lapangan, serta quality assurance.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved