Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HIPOGLIKEMIA adalah kondisi ketika kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh berada di bawah normal. Bagi anjut usia (lansia) hipoglikemia dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Lansia dengan diabetes rawan mengalami hipoglikemia. Demikian menurut penelitian Aging and Disease. Kondisi ini juga memicu peningkatan prevalensi penyakit penyerta (komorbiditas), kekurangan gizi, dan penggunaan berbagai jenis obat (polifarmasi).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan, hipoglikemia terjadi ketika kadar glukosa dalam darah berada di bawah kadar normal, yaitu kurang dari 70 mg/dl.
Kondisi ini paling umum dialami individu dengan diabetes yang menggunakan insulin atau obat oral untuk merangsang produksi insulin. Namun, ada sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko hipoglikemia pada lansia.
Perubahan fisiologis
Seiring bertambahnya usia, metabolisme glukosa melemah akibat penurunan fungsi organ seperti ginjal dan hati.
Fungsi ginjal yang menurun dapat memperlambat pembuangan obat dari tubuh, sehingga meningkatkan risiko hipoglikemia.
Komorbiditas
Lansia dengan penyakit penyerta berisiko lebih tinggi mengalami hipoglikemia. Diabetes merupakan penyebab utama kondisi ini, terutama bagi mereka yang mengonsumsi insulin atau obat yang merangsang sekresi insulin.
Selain itu, penyakit lain seperti gangguan ginjal, hepatitis berat, anoreksia jangka panjang, malaria, dan sepsis juga dapat memicu hipoglikemia.
Kurang makan
Kurangnya asupan makanan, terutama karbohidrat sebagai sumber utama glukosa, dapat menyebabkan kadar gula darah turun drastis.
Lansia sering mengalami kesulitan makan akibat berbagai faktor, seperti masalah gigi, mulut kering, atau perubahan nafsu makan.
Penggunaan obat tertentu
Konsumsi obat-obatan tertentu dapat memicu hipoglikemia. Lansia yang menggunakan obat diabetes tipe 2, seperti sulfonilurea dan insulin, berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.
Selain itu, beberapa obat non-diabetes seperti Qualaquin (kina), Zymaxid (gatifloksasin), cibenzoline, Pentam (pentamidin), dan obat antiinflamasi nonsteroid seperti Indocin dan Tivorbex (indometasin) juga dapat memicu hipoglikemia.
Lansia yang mengalami hipoglikemia harus mendapatkan penanganan segera. Jika terlambat ditangani, hipoglikemia pada lansia dapat berakibat fatal seperti kehilangan kesadaran, koma, hingga kematian.
Sebagai langkah antisipasi, keluarga harus mengenali tanda-tanda hipoglikemia pada anggota keluarga yang lanjut usia. (H-2)
Dinas Sosial DKI Jakarta sangat mengapresiasi kegiatan ini demi meningkatkan kualitas hidup lansia.
Namun demikian, lansia dengan penyakit kronis tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa untuk penyesuaian obat dan pola makan.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Rekomendasi 7 sepatu Nike tanpa tali yang nyaman dan aman untuk lansia. Mudah dipakai tanpa membungkuk, fokus stabilitas dan kenyamanan kaki.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Samuji (72) tak bisa menyembunyikan rasa leganya. Puluhan tahun mengandalkan kekuatan betis untuk memutar roda demi mengais rezeki, kini ia bisa bernapas lebih panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved