Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
NYERI sendi merupakan rasa tidak nyaman yang terjadi pada sejumlah sendi di tubuh. Sendi ialah tempat ujung dua atau lebih tulang bertemu seperti sendi pinggul, siku, bahu, dan lain-lain. Banyak hal yang menyebabkan nyeri sendi, salah satu yang paling umum ialah artritis.
Nyeri sendi kerap menggangu aktivitas. Tak jarang, orang mengalami nyeri sendiri saat beraktivitas. Untuk membantu mengurangi nyeri sendi, beberapa makanan bisa mengurangi rasa nyeri tersebut.
"Suka nyeri sendi? coba lima jenis makanan ini bisa bantu mengurangi nyeri," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Ika Mariani Ratna Devi, Sp.PD di Instagram pribadinya @dokterikadevi, Sabtu (28/12).
Lebih lanjut, Devi mengatakan jenis makanan yang secara alami mempunyai preparat anti-inflammasi bisa membantu mengurangi nyeri sendi. Lalu, apa saja makanan-makanan tersebut? Berikut 5 jenis makanan yang membantu mengurangi nyeri sendi, seperti disampaikan oleh Devi;
Pertama adalah jahe. Jahe memiliki kandungan yang bersifat pedas, pahit dan aromatik. Jahe memiliki efek antioksidan yang dapat memecah peradangan dan keasaman pada cairan di dalam persendian. Dengan begitu, sendi menjadi lebih sehat. "Jadi jahe ini bisa membantu mengurangi peradangan," kata Devi.
Kemudian kunyit yang mengandung kurkumin, efektif membantu mengurangi peradangan.
Ketiga ialah antioksidan dari buah-buahan, seperti buah naga dan buah beri-berian yang antioksidannya kuat. "Sehingga membantu mengurangi nyeri sendi," tutur Devi.
Keempat adalah makanan yang mengandung omega 3. "Jadi kalau misalnya Anda punya nyeri sendi, jangan lupa konsumsi yang namanya salmon, ikan makarel, pokoknya makanan yang mengandung omega 3," saran Devi.
Lalu, minyak zaitun dengan kandungan olehontal yang merupakan preparat antioksidan, sehingga bisa membantu mengurangi nyeri sendi.(M-2)
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (14/12) di Gading Serpong itu membahas sejumlah topik yang relevan dengan masalah kesehatan yang banyak ditemui di masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved