Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pentingnya Pembaruan Ilmu Penyakit Dalam untuk Menjawab Tantangan Kesehatan Masyarakat

Putri Anisa Yuliani
16/12/2025 02:20
Pentingnya Pembaruan Ilmu Penyakit Dalam untuk Menjawab Tantangan Kesehatan Masyarakat
RS Premier Bintaro bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) Cabang Banten menyelenggarakan kegiatan ilmiah bertajuk Internal Medicine Update & Education.(Dok. RS Premier Bintaro )

PENYAKIT dalam masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia kesehatan karena mencakup berbagai kondisi kronis dan kompleks, mulai dari gangguan ginjal, penyakit autoimun, hingga kanker. Banyak dari penyakit ini berkembang secara perlahan, sering kali tanpa gejala jelas pada tahap awal, sehingga membutuhkan penanganan yang tepat dan berbasis ilmu terkini. Karena itu, pembaruan pengetahuan medis menjadi faktor penting agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Kesadaran akan hal tersebut mendorong RS Premier Bintaro bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) Cabang Banten menyelenggarakan kegiatan ilmiah bertajuk Internal Medicine Update & Education. Forum ini menjadi sarana edukasi berkelanjutan bagi dokter agar dapat terus mengikuti perkembangan ilmu penyakit dalam yang berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (14/12) di Gading Serpong itu membahas sejumlah topik yang relevan dengan masalah kesehatan yang banyak ditemui di masyarakat. Salah satunya adalah edukasi mengenai hemodialisis atau cuci darah, yang masih sering disalahpahami oleh pasien dan keluarga. Hemodialisis merupakan terapi penting bagi pasien dengan gagal ginjal, terutama ketika fungsi ginjal sudah tidak mampu menyaring racun dan kelebihan cairan dalam tubuh. 

"Pemahaman yang baik tentang prosedur, manfaat, serta perawatan jangka panjang sangat dibutuhkan agar pasien dapat menjalani terapi dengan kualitas hidup yang lebih baik," ujar dr. Sri Ayu Vermawati, Sp.PD, Subsp. GH.

Topik lain yang menjadi perhatian adalah Lupus Eritematosus Sistemik (LES), sebuah penyakit autoimun yang kerap disebut sebagai 'penyakit seribu wajah' karena gejalanya sangat beragam dan sering menyerupai penyakit lain. Lupus dapat menyerang berbagai organ tubuh, seperti kulit, sendi, ginjal, hingga sistem saraf. Edukasi mengenai deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting, karena keterlambatan diagnosis dapat berdampak serius pada kondisi pasien. 

"Dengan pendekatan medis yang tepat, penderita lupus tetap dapat menjalani hidup produktif dan berkualitas," kata dr. Santi Sumihar R. Parhusip, Sp.PD, Subsp. AI.

Selain itu, forum ini juga mengulas konsep dasar pengobatan kemoterapi, yang sering kali menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat. Kemoterapi merupakan salah satu terapi utama dalam penanganan kanker dan penyakit keganasan darah. 

"Pemahaman yang benar mengenai tujuan kemoterapi, mekanisme kerja obat, serta penanganan efek samping dapat membantu pasien dan keluarga menjalani proses pengobatan dengan lebih siap secara fisik dan mental," ucap dr. Hery Apriadi, Sp.PD, Subsp. HOM.

Bagi masyarakat umum, pembaruan ilmu medis seperti ini memiliki dampak tidak langsung yang sangat penting. Dokter yang terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya akan lebih mampu memberikan diagnosis yang akurat, terapi yang sesuai, serta edukasi kesehatan yang tepat kepada pasien. Hal ini pada akhirnya berkontribusi pada pencegahan komplikasi, peningkatan kualitas hidup, dan keselamatan pasien.

RS Premier Bintaro sebagai penyelenggara kegiatan menegaskan komitmennya dalam mendukung layanan kesehatan berbasis patient-centered care. Dengan dukungan tenaga medis berpengalaman dan fasilitas medis terpadu, rumah sakit ini terus berupaya menjadi bagian dari solusi peningkatan kesehatan masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan klinis, tetapi juga melalui penguatan edukasi dan kompetensi tenaga medis.

Di tengah meningkatnya beban penyakit kronis di Indonesia, kolaborasi antara rumah sakit dan organisasi profesi seperti Papdi menjadi langkah strategis. Edukasi berkelanjutan bagi tenaga medis merupakan investasi penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang aman, tepat, dan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan. (Put/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya