Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
GAWAI kerap kali menjadi peneman tidur seseorang. Kebiasaan ini akibat seringnya kita menelusuri laman media sosial hingga tertidur, sehingga gawai berada tak jauh
Menaruh gadget dengan jarak yang terlalu dekat saat tidur dapat memberikan efek berbahaya pada kesehatan. Salah satunya bisa memancarkan radiasi berbahaya yang dapat merusak otak dan kamu bisa mengalami sakit kepala, nyeri otot, hingga masalah kesehatan lainnya, seperti dilansir dari situs Times of India.
Riset juga menunjukkan radiasi ponsel pintar memiliki keterkaitan dengan risiko disfungsi ereksi. Radiasi tersebut juga memengaruhi sistem reproduksi dan bisa menurunkan jumlah sperma dan kecepatannya. Sinar biru yang terpancar dari ponsel pintar juga bisa menyebabkan kamu kesulitan tidur. Oleh sebab itu, hindarilah meletakkan ponsel pintar dengan jarak dekat saat tidur.
Lalu, berapa jarak aman meletakkan gawai saat tidur?
Sebenarnya belum ada ukuran jarak spesifik yang diberikan, tetapi sangat disarankan untuk meletakkan gawai paling dekat jarak satu meter. Hal lainnya yang perlu dilakukan ialah mematikan atau menyalakan mode pesawat gawai saat kamu akan tidur.
Apabila kamu terbiasa menggunakan alarm di gawai untuk membangunkan tidur, sebaiknya kamu beralih ke jam beker. Selain itu, apabila kamu harus siap siaga menerima telepon saat malam hari, kamu perlu menjauhkan gawai dari tempat tidur untuk menghindari radiasi.
Untuk menghindari kesulitan tidur, disarankan untuk tidak bermain gawai setidaknya 1 jam sebelum waktu tidur. Selain itu, matikan lampu saat tidur agar mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.(M-3)
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Laporan Halodoc Q1 2026 mencatat lonjakan gangguan kecemasan dan masalah pencernaan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Jika ditemukan pasien dengan indikasi klinis yang mengarah pada gejala campak, petugas medis akan segera melakukan tindakan lanjutan.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Poltekes Bhakti Kencana menawarkan tiga program studi strategis yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved