Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGOMPOL merupakan salah satu kondisi yang pasti ditemui orangtua pada anak-anak yang mulai lepas dari popok sekali pakai. Beberapa di antaranya masih ngompol di usia lima tahun.
Dokter Spesialis Anak dr. Rinaldi Lenggana, SpA, MHKes, MBiomed menjelaskan anak laki-laki cenderung lebih sering mengompol dibandingkan anak perempuan.
"Saat anak sudah berusia 7 tahun, masih ada sebagian kecil anak yang mengompol di malam hari. Bagi sebagian besar anak, mengompol dapat berhenti sendiri tanpa membutuhkan terapi. Namun terkadang orangtua merasa khawatir ada masalah medis yang mendasari anak masih mengompol," kata dr. Rinaldi melalui unggahan di Instagram pribadinya @rinaldilenggana_dokteranak.
Baca juga : Skincare Lokal yang Dikembangkan Dokter Anak dan Kulit Diminati Konsumen
Lalu, mengapa anak masih mengompol? Terdapat beberapa penyebab anak mengompol, seperti yang dijelaskan dr. Rinaldi sebagai berikut;
"Mengompol adalah masalah umum pada anak yang masih dapat berlangsung hingga anak berusia 7 tahun. Mengompol dapat berhenti sendiri pada sebagian besar anak," ujar dr. Rinaldi.
Oleh sebab itu, mengompol bukan salah anak dan tidak perlu ada hukuman karena mengompol.
Baca juga : Pneumonia Masih Mengancam, MSD Ajak Orang Tua Lakukan Vaksinasi
Kiat agar Anak tidak Mudah Mengompol
Dr. Rinaldi mengatakan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar membangun kebiasaan si kecil tidak mudah mengompol, sebagai berikut;
Lalu, kapan anak yang masih mengompol harus dibawa ke dokter? Ketika masih mengompol setelah usia 7 tahun. Lalu saat anak mengompol kembali setelah lebih dari beberapa bulan tidak mengompol di malam hari. Hal penting lainnya ialah saat anak mengompol disertai nyeri berkemih, rasa haus yang tidak lazim, warna urin pink atau merah, feses keras, mengorok, atau kaki bengkak.(M-3)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
UJI materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan di MK memunculkan perdebatan mengenai kewenangan pembukaan dan tata kelola pendidikan dokter spesialis.
PROFESI dokter sejak awal berdiri bukanlah profesi ekonomi. Ia bukan lahir dari logika pasar, tetapi dari etika pertolongan.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Irma menyoroti masih adanya keluhan masyarakat terkait keterbatasan dokter spesialis maupun subspesialis yang berdampak pada tidak optimalnya akses pelayanan kesehatan.
Legislator PDIP Edy Wuryanto mendesak pemerintah memprioritaskan pemenuhan dokter spesialis di daerah 3T serta mencegah mahalnya pendidikan kedokteran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved