Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJARAH peradaban Islam tidak dapat dipisahkan dari kontribusi besar para intelektual asal Persia (Iran Raya). Pada masa keemasan Islam (The Golden Age), wilayah Persia menjadi pusat gravitasi ilmu pengetahuan yang melahirkan pemikir-pemikir jenius.
Mereka tidak hanya ahli dalam ilmu agama (transmisi wahyu), tetapi juga pionir dalam sains empiris yang menjadi fondasi ilmu pengetahuan modern saat ini. Berikut 13 ulama dan ilmuwan Muslim asal Persia yang karya-karyanya telah mengubah wajah dunia.
Lahir di Afshana dekat Bukhara, Ibnu Sina adalah polimatik paling berpengaruh. Karyanya, The Canon of Medicine (Al-Qanun fi al-Tibb), menjadi standar kurikulum medis di Eropa hingga abad ke-17. Ia juga seorang filsuf yang mendamaikan pemikiran Aristoteles dengan teologi Islam.
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah matematikawan yang memperkenalkan konsep nol dan sistem penomoran Hindu-Arab ke dunia Barat. Istilah Algoritma diambil dari namanya dan bukunya Al-Jabr menjadi asal-usul kata Aljabar.
Abu Bakr al-Razi adalah dokter dan kimiawan yang pertama kali mengidentifikasi perbedaan antara cacar (smallpox) dan campak (measles). Ia dikenal sebagai dokter yang sangat humanis dan kritis terhadap teori-teori medis kuno yang tidak terbukti secara empiris.
Meskipun menulis dalam bahasa Arab, Muhammad bin Ismail al-Bukhari lahir di Bukhara (wilayah Persia Raya). Kitab Shahih Bukhari karyanya dianggap sebagai kitab paling autentik setelah Al-Qur'an oleh umat Muslim Suni.
Lahir di Tus, Al-Ghazali adalah tokoh sentral dalam teologi, sufisme, dan filsafat. Karyanya Ihya Ulumuddin berhasil menyatukan syariat dengan spiritualitas tasawuf, menjadikannya salah satu pemikir paling berpengaruh dalam sejarah Islam.
Abu Rayhan al-Biruni adalah ilmuwan lintas disiplin yang menghitung jari-jari bumi dengan akurasi luar biasa pada abad ke-11. Ia juga dianggap sebagai bapak indologi dan antropologi karena studinya yang objektif terhadap budaya India.
Baca juga: Dominasi Perempuan Iran di Bidang STEM Lampaui Amerika Serikat
Selain dikenal lewat puisi Rubaiyat, Khayyam adalah astronom yang mereformasi kalender Jalali (lebih akurat dari kalender Gregorian). Dalam matematika, ia memberikan solusi untuk persamaan kubik melalui geometri.
Muslim bin al-Hajjaj berasal dari Nishapur, Persia. Ia menyusun Shahih Muslim, yang bersama dengan karya Imam Bukhari, menjadi rujukan utama hukum dan tradisi Islam di seluruh dunia.
Baca juga: Sejarah Hormuz dari Dewa Persia, Kerajaan, Selat, Khalid bin Walid
Dikenal sebagai Guru Kedua setelah Aristoteles, Al-Farabi adalah filsuf yang meletakkan dasar filsafat politik Islam dan teori musik. Ia berupaya menyelaraskan antara agama dan filsafat rasional.
Al-Tusi mendirikan observatorium Maragheh yang paling canggih di zamannya. Model planetnya (Tusi-couple) kemudian digunakan oleh Copernicus untuk mengembangkan teori heliosentris.
Baca juga: 26 Tokoh Ilmuwan dan Penemuan yang Bermanfaat bagi Manusia
Ironisnya, pakar tata bahasa Arab paling agung adalah seorang Persia. Karyanya, Al-Kitab, adalah kodifikasi pertama aturan bahasa Arab yang hingga kini masih menjadi rujukan utama para linguis.
Seorang astronom yang mengoreksi katalog bintang Ptolemeus. Ia adalah orang pertama yang mengamati galaksi Andromeda dan awan Magellan Besar, jauh sebelum penemuan teleskop.
Tokoh dari era Safawi ini merevolusi filsafat Islam dengan konsep Transubstansiasi Esensial. Ia menyatukan peripatetik, iluminasi, dan gnosis dalam satu sistem filsafat yang utuh.
Baca juga: Analisis Teknologi IRST Iran Mampukah Melumpuhkan Jet Siluman F-35
1. Mengapa banyak ilmuwan Muslim berasal dari Persia? Karena posisi geografis strategis dan tradisi literasi Persia yang kuat sebelum dan sesudah Islam.
Baca juga: 13 Tokoh Penjelajah Samudra pada Abad Pertengahan
2. Siapa ilmuwan Persia yang menemukan Aljabar? Al-Khawarizmi.
3. Apakah Ibnu Sina orang Arab? Bukan, beliau berasal dari wilayah Persia (Afshana, dekat Bukhara).
4. Apa kontribusi terbesar Al-Razi? Membedakan penyakit cacar air dan campak.
Baca juga: Nasihat Imam Syafii tentang Ilmu, Belajar, dan Kemuliaannya
5. Siapa penulis kitab hadis paling otoritatif? Imam Bukhari (berasal dari wilayah Persia Raya).
6. Apa itu The Golden Age of Islam? Periode kemajuan intelektual, budaya, dan ekonomi dari abad ke-8 hingga ke-14.
7. Siapa penyusun tata bahasa Arab pertama? Sibawayh, seorang Persia.
Baca juga: Kata-Kata Bijak Ali bin Abi Thalib tentang Cinta, Kehidupan, Terpopuler
8. Apa karya monumental Al-Ghazali? Ihya Ulumuddin.
9. Siapa penemu algoritma? Al-Khawarizmi (namanya dilatinkan menjadi Algoritmi).
10. Bagaimana pengaruh mereka terhadap Eropa? Karya mereka diterjemahkan ke bahasa Latin dan menjadi buku teks di universitas Eropa selama berabad-abad.
Baca juga: 10 Syair Cinta Allah Sufi Wanita Rabiah Al-Adawiyah
Warisan para tokoh ini membuktikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dalam Islam dicapai melalui keterbukaan terhadap berbagai etnis dan budaya. Mata Uang Rupiah yang kita gunakan saat ini untuk membeli buku-buku sejarah mereka adalah investasi kecil dibandingkan dengan kekayaan ilmu yang mereka tinggalkan bagi kemanusiaan. (I-2)
Berikut beberapa ilmuwan Timur dan Barat serta sejumlah penemuan yang bermanfaat hingga kini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved