Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJELAJAHAN samudra pada abad pertengahan merupakan periode bersejarah yang menandai penemuan dan eksplorasi laut yang luas oleh bangsa-bangsa Eropa dari sekitar abad ke-5 hingga ke-15 Masehi. Ini era penting dalam sejarah manusia karena membuka jalan bagi pertukaran budaya, perdagangan, dan penyebaran pengetahuan di seluruh dunia.
Berikut beberapa tokoh yang melakukan penjajahan Samudra.
Ibn Battuta yang merupakan seorang musafir dengan nama lengkap Abū ʿAbd Allāh Muḥammad ibn ʿAbd Allāh al-Lawātī al-Ṭanjī ibn Baṭṭūṭah lahir pada 24 Februari 1304, di Tangier, Maroko. Ia meninggal pada 1368/69 atau 1377 di Maroko.
Baca juga: Sekilas Penjelajahan Ibnu Batutah
Ia seorang musafir Muslim abad pertengahan yang terbesar dan penulis salah satu buku perjalanan paling terkenal, yaitu Riḥlah (Perjalanan). Karya besarnya menggambarkan perjalanan luasnya yang mencakup sekitar 75.000 mil (120.000 km) dalam perjalanan ke hampir seluruh negara-negara Muslim dan hingga ke Tiongkok dan Sumatra.
Pada abad ke-13, penjelajah Venesia Marco Polo melakukan perjalanan epik ke Timur Jauh, termasuk Tiongkok, selama lebih dari dua puluh tahun. Catatan perjalanannya dalam buku The Travels of Marco Polo memberikan wawasan penting tentang kehidupan dan budaya Asia kepada Eropa.
Pada 1486, Diaz memulai rute penjelajahannya dari Lisabon, Portugis. Ia mencari jalur untuk menemukan dunia timur dengan bergerak ke arah selatan, mengikuti pesisir bagian barat Benua Afrika. Namun, perjalanannya hanya mencapai Tanjung Harapan, Afrika Selatan.
Salah satu momen paling terkenal dalam penjelajahan samudra pada abad pertengahan ialah perjalanan Christopher Columbus pada 1492. Dalam usaha mencari jalur perdagangan baru ke Asia, dia mengembara ke arah barat laut dan tak sengaja mencapai Dunia Baru, yaitu benua Amerika.
Pada akhir abad ke-15, penjelajah Portugis Vasco da Gama berhasil menemukan jalur laut yang menghubungkan Eropa ke India melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Penemuan ini membuka jalur perdagangan laut baru yang menguntungkan bagi Eropa.
Setelah mengikuti jalur perjalanan Vasco da Gama, Alfonso de Albuquerque mencapai India pada 1503. Namun, hanya setahun setelahnya, ia harus kembali ke Portugis.
Baca juga: Mengenal Alat-alat Manusia Purba pada Zaman Batu dan Kegunaannya
Pada 1509, de Albuquerque diangkat sebagai Gubernur Portugis di India. Dalam waktu setahun setelah menjabat, ia berhasil menaklukkan Kerajaan Goa di pantai barat India. Bahkan, prestasinya tidak berhenti di situ, karena pada 1511, ia juga berhasil menaklukkan Kerajaan Malaka di Semenanjung Malaya.
Pada 1519, pelayaran dimulai dengan tujuan mengelilingi dunia sekaligus mencari kepulauan rempah-rempah di wilayah timur. Ia berlayar dari Spanyol menuju arah barat daya, menyeberangi Samudra Atlantik, hingga mencapai ujung selatan Benua Amerika.
Setelah itu, armadanya melintasi Samudra Pasifik dan mencapai Kepulauan Filipina. Namun, sayangnya, misinya belum sempat diselesaikan karena ia meninggal dunia di Filipina pada 1521.
Pada awalnya, Sebastian del Cano ikut dalam pelayaran Magellan. Setelah Magellan meninggal dunia, dia yang melanjutkan perjalanan armada Spanyol.
Pada 1521, armada ini mencapai Kepulauan Maluku yang terkenal sebagai wilayah penghasil rempah-rempah. Setelah mengisi kapal dengan rempah-rempah, armada ini berlayar kembali menuju Tanjung Harapan dan akhirnya tiba kembali di Spanyol pada 1522.
Francis Drake, lahir pada 1540 di Devonshire, Inggris, ialah pelaut terkenal di masa pemerintahan Ratu Elizabeth I. Ia pernah berlayar ke Afrika untuk perdagangan budak ilegal.
Saat mencoba menjual budak di Meksiko, kapalnya diserang oleh Spanyol. Drake mencoba meniru penjelajahan Francis Drake dengan menyerang kapal Spanyol di Pasifik.
Thomas Cavendish ialah penjelajah Inggris yang dikenal sebagai The Navigator. Ia lahir pada 1560 di Inggris dan berlayar menyusuri Atlantik hingga mencapai Chili.
Sir James Lancaster, lahir pada 1554, di Inggris. Ialah pemimpin kapal Inggris pertama yang mencapai Hindia Timur dan mendirikan pos perdagangan di Asia Tenggara.
Pada 1588, ia bertugas di bawah Sir Francis Drake melawan armada Spanyol. Pada 1591, James Lancaster mencapai Hindia Timur dan mendirikan pos perdagangan Inggris pertama di Banten.
William Dampier ialah penjelajah dan navigator Inggris yang pertama kali menjelajahi Australia. Ia terlibat dalam pembajakan di sepanjang pantai barat Amerika Selatan dan Pasifik pada 1678 dan 1691. Dalam pelayarannya ke Australia, Dampier, mencapai lepas pantai barat Australia dan menjarah barang rampasan yang bernilai besar.
James Cook, lahir pada 27 Oktober 1728 di Inggris, ialah seorang kapten angkatan laut, navigator, dan penjelajah yang memimpin misi ekspedisi ilmiah ke Samudra Pasifik pada 1768. Ia berhasil mencapai Selandia Baru dan Australia serta menemukan Kaledonia Baru, Kepulauan Sandwich Selatan, Pulau Georgia Selatan, dan Hawaii. Cook meninggal dunia dalam pertikaian di Hawaii pada 14 Februari 1779.
Selama periode ini, kemajuan dalam teknologi kapal dan navigasi, seperti penggunaan kompas, astrolabe, dan peta, berperan penting dalam mendorong penjelajahan samudra. Penjelajahan samudra pada abad pertengahan berkontribusi pada pertukaran budaya, ekonomi, dan pengetahuan di antara berbagai peradaban dan membantu membentuk dunia yang lebih terhubung. (Z-2)
Upaya efisiensi operasional di sektor pelayaran mulai menghasilkan dampak nyata bagi kinerja lingkungan.
Operasional kapal sangat bergantung pada kondisi cuaca dan rekomendasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Indonesian National Shipowners Association/INSA memperkirakan negara berpotensi kehilangan penerimaan pajak hingga triliunan rupiah dari aktivitas kapal asing.
BMKG Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan Kepulauan Riau (Kepri).
IPC TPK di penghujung tahun 2025 dengan melayani tambahan layanan adhoc (Adhoc Service) dari perusahaan pelayaran global, CMA CGM.
Gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan selatan dan ketinggian 1,25-2,5 meter di perairan utara berpotensi disertai hujan badai dan petir berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved