Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Drone Hantam Kapal Tanker Kuwait di Dubai

Dhika Kusuma Winata
31/3/2026 19:09
Drone Hantam Kapal Tanker Kuwait di Dubai
Ilustrasi.(YASSER AL-ZAYYAT / AFP)

SERANGAN drone yang diduga terkait Iran memicu kebakaran di kapal tanker minyak Kuwait di Pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Insiden itu menambah daftar serangan terhadap kapal niaga sejak konflik regional memanas.

Perusahaan Kuwait Petroleum Corporation (KPC) menyatakan tanker Al-Salmi yang tengah berlabuh diserang dan mengalami kerusakan disertai kebakaran di atas kapal.

“Kapal tanker Al-Salmi terkena serangan saat berlabuh, menyebabkan kerusakan dan kebakaran di kapal,” demikian keterangan KPC dilaporkan Al Jazeera.

Otoritas Dubai mengonfirmasi adanya serangan drone pada malam hari namun menegaskan situasi berhasil dikendalikan dengan cepat. Api yang sempat berkobar berhasil dipadamkan oleh tim tanggap darurat.

“Serangan drone terhadap tanker minyak Kuwait terjadi semalam dan telah berhasil ditangani. Tidak ada kebocoran minyak maupun korban luka,” ujar pernyataan resmi otoritas setempat.

Meski demikian, KPC sempat mengingatkan potensi tumpahan minyak di perairan sekitar. Hingga kini, proses penilaian kerusakan kapal masih berlangsung.

Data pelayaran menunjukkan kapal tersebut membawa sekitar dua juta barel minyak dari Kuwait dan Arab Saudi, dengan tujuan akhir Qingdao, Tiongkok.
Insiden ini terjadi setelah serangkaian ledakan terdengar di Dubai sejak Senin petang hingga Selasa dini hari.

Serangan terhadap Al-Salmi menjadi bagian dari pola serangan terhadap kapal dagang di Teluk dan Selat Hormuz sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari.

Sebelumnya, kapal kontainer milik Yunani di lepas pantai Arab Saudi juga melaporkan dua proyektil jatuh di dekatnya. Sementara itu, kapal kargo Thailand yang terkena serangan di dekat Selat Hormuz dilaporkan masih dalam kondisi lumpuh, dengan tiga awak belum ditemukan. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya