Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Perempuan Spanyol Ini Memenangkan Hak Eutanasia Melawan Ayahnya

Thalatie K Yani
27/3/2026 08:00
Perempuan Spanyol Ini Memenangkan Hak Eutanasia Melawan Ayahnya
Ilustrasi(freepik)

NOELIA Castillo, perempuan berusia 25 tahun asal Barcelona, Spanyol, dilaporkan telah meninggal dunia melalui prosedur eutanasia, Kamis (26/3) waktu setempat. Kematiannya menandai akhir dari drama hukum panjang selama 18 bulan melawan ayahnya sendiri demi mendapatkan hak untuk mengakhiri hidup dengan martabat.

Noelia mengalami kelumpuhan (paraplegia) akibat luka-luka yang dideritanya setelah upaya mengakhiri hidup yang gagal tahun 2022. Meskipun Pemerintah Catalonia telah memberikan hak kematian yang dibantu (assisted dying) kepadanya pada musim panas 2024, proses tersebut sempat tertunda di detik-detik terakhir akibat keberatan hukum yang diajukan sang ayah.

Sengketa Hukum dan Intervensi Pengadilan HAM

Ayah Noelia, yang didukung oleh kelompok kampanye konservatif Christian Lawyers (Abogados Cristianos), berargumen putrinya menderita gangguan kepribadian yang memengaruhi penilaiannya. Ia menilai negara memiliki kewajiban untuk melindungi nyawa orang-orang yang rentan, terutama kaum muda dengan masalah kesehatan mental.

Sengketa ini memicu pertempuran hukum panjang yang akhirnya mencapai puncaknya di Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR). Pengadilan tersebut akhirnya memutuskan untuk memenangkan Noelia Castillo. Melalui media sosial X, kelompok Abogados Cristianos mengonfirmasi kematian Noelia dan menyebut kasus ini menunjukkan "kelemahan serius" dalam undang-undang eutanasia di Spanyol.

Kisah Pilu di Balik Keputusan Akhir

Dalam wawancara dengan televisi Spanyol awal pekan ini, Noelia mengungkapkan kepedihannya atas penolakan sang ayah.

"Dia belum menghormati keputusan saya dan tidak akan pernah," ujar Noelia. Ia juga menceritakan masa kecilnya yang sulit di panti asuhan serta trauma akibat kekerasan seksual yang pernah dialaminya di masa lalu.

Noelia menegaskan keputusannya sudah bulat meski seluruh keluarganya menentang. "Saya pergi dan Anda tinggal di sini dengan semua rasa sakit itu, tapi bagaimana dengan semua penderitaan yang saya alami selama bertahun-tahun? Saya hanya ingin pergi dengan tenang dan menghentikan rasa sakit ini," ungkapnya.

Ia juga menambahkan kalimat yang menyentuh: "Kebahagiaan seorang ayah, ibu, atau saudara perempuan tidak seharusnya mendahului kebahagiaan seorang anak perempuan."

Hukum Eutanasia di Spanyol

Ibu Noelia, Yolanda, menyatakan meskipun ia tidak setuju, ia memilih untuk "menghormati" keputusan putrinya. Sebelum meninggal, Noelia mengizinkan keluarganya untuk mengucapkan perpisahan, namun ia meminta agar hanya ditemani dokter saat prosedur suntik mati dilakukan.

Spanyol telah melegalkan undang-undang eutanasia sejak 2021. Berdasarkan data pemerintah, terdapat 426 permintaan kematian yang dibantu yang dikabulkan tahun 2024. Kasus Noelia Castillo mencetak sejarah sebagai kasus eutanasia pertama di Spanyol yang harus diputuskan melalui persidangan karena adanya pertentangan dari pihak keluarga. (BBC/Z-2)

Peringatan: Tulisan ini bukan dimaksudkan menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa depresi, berpikir untuk bunuh diri, segera konsultasikan segala masalah Anda ke tenaga profesional seperti psikolog, klinik kesehatan mental, psikiater, dan pihak lain yang bisa membantu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya