Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Anutin Menang Mutlak Jadi PM Ke-32 Tailan, Janji Rangkul Oposisi di Periode Kedua

Haufan Hasyim Salengke
19/3/2026 14:04
Anutin Menang Mutlak Jadi PM Ke-32 Tailan, Janji Rangkul Oposisi di Periode Kedua
Pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul, terpilih sebagai Perdana Menteri ke-32 Tailan.(Bangkok Post)

PARLEMEN Tailan resmi menetapkan pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul, sebagai Perdana Menteri ke-32 Tailan dalam sidang khusus yang digelar pada Kamis (19/3). Kemenangan ini menandai dimulainya masa jabatan kedua bagi tokoh konservatif tersebut setelah partainya berhasil mengungguli rival-rival politiknya dalam pemilu 8 Februari lalu melalui kampanye nasionalis.

Dalam pemungutan suara yang dipimpin oleh Ketua DPR Sophon Saram, Anutin memperoleh dukungan mayoritas mutlak sebesar 293 suara. Ia mengalahkan kandidat dari kubu oposisi, Natthaphong Ruengpanyawut, yang hanya memperoleh 119 suara, sementara 86 anggota parlemen lainnya memilih abstain dari total 499 anggota DPR yang hadir.

Kerja Sama Lintas Partai

Sesaat sebelum pemungutan suara dimulai, Anutin menyampaikan pidato di hadapan sidang parlemen yang menekankan inklusivitas. Ia menegaskan kesiapannya untuk merangkul seluruh anggota parlemen, tanpa memandang afiliasi politik, sebagai representasi setara dari rakyat Tailan.

"Saya akan menjadi Perdana Menteri yang bekerja dengan setiap perwakilan rakyat Tailan sepenuh kemampuan saya, demi memberikan manfaat dan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi bangsa," ujar Anutin. Ia juga menekankan bahwa kritik dan saran dari segala sektor akan menjadi bahan evaluasi dalam kepemimpinannya mendatang.

Tantangan Ekonomi dan Geopolitik

Masa jabatan kedua Anutin ini diprediksi tidak akan mudah. Pemerintah baru Tailan dihadapkan pada sejumlah tantangan berat, mulai dari dampak ekonomi akibat konflik di Timur Tengah, pertumbuhan ekonomi domestik yang lamban, hingga ketegangan perbatasan yang masih berlanjut dengan negara tetangga, Kamboja.

Anutin merujuk pada pidato Raja Tailan saat pembukaan parlemen pada 14 Maret lalu sebagai prinsip panduan kerjanya. Ia berjanji bahwa kebenaran dan kesejahteraan rakyat akan tetap menjadi prioritas tertinggi dalam menjalankan pemerintahan sesuai kerangka konstitusional.

Refleksi Pemerintahan Sebelumnya

Menanggapi pengalamannya di periode pertama, Anutin mengakui tantangan dalam memimpin pemerintahan minoritas sebelumnya. Namun, ia mengklaim tetap mampu membawa kemajuan bagi negara. Di periode kedua ini, ia berjanji akan memperkuat sinergi antara kabinet dan lembaga legislatif untuk menyelesaikan masalah-masalah nasional yang tertunda dengan efisiensi maksimum.

Meskipun ini adalah periode keduanya secara berturut-turut, secara administratif Anutin tetap tercatat sebagai Perdana Menteri ke-32 Tailan, bukan ke-33. (The Nation/Bangkok Post/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik