Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

1 Perempuan Tewas saat Gondola Jatuh di Resor Ski Swiss

Thalatie K Yani
19/3/2026 03:14
1 Perempuan Tewas saat Gondola Jatuh di Resor Ski Swiss
Sebuah gondola Titlis Xpress jatuh dari kabel di resor ski Engelberg, Swiss, menewaskan seorang perempuan berusia 61 tahun di tengah cuaca ekstrem.(Nidwalden canton police)

SEBUAH tragedi memilukan terjadi di resor ski Engelberg, Pegunungan Alpen, Swiss. Seorang perempuan berusia 61 tahun dilaporkan tewas setelah kereta gantung (gondola) yang ditumpanginya terlepas dari kabel dan jatuh menghantam lereng gunung yang bersalju.

Kepolisian kanton Nidwalden menyatakan insiden tersebut terjadi pada Rabu sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Gondola jenis Titlis Xpress itu tiba-tiba terlepas dari kabel sesaat setelah meninggalkan stasiun Trübsee menuju bagian tengah Gunung Titlis.

Sejumlah saksi mata mengungkapkan kengerian saat melihat kabin tersebut jatuh. Sebuah rekaman video amatir menunjukkan momen dramatis saat gondola jatuh berguling beberapa kali di atas salju tebal sebelum akhirnya terhenti.

"Ibuku melihat ke arahku dan tiba-tiba berkata: 'Lihat, ada gondola jatuh'. Dia mendengar suara hantaman dan melihat bagaimana kabin itu jatuh," ujar seorang pemain ski kepada situs berita Nau.ch.

Dugaan Angin Kencang

Pihak berwenang mengonfirmasi korban merupakan warga setempat yang saat kejadian berada sendirian di dalam kabin. Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti jatuhnya gondola tersebut.

Meski demikian, faktor cuaca diduga kuat menjadi pemicu utama. Polisi melaporkan adanya hembusan angin kencang yang mencapai lebih dari 80 km/jam saat kejadian. Padahal, operasional layanan gondola biasanya akan dihentikan secara otomatis jika kecepatan angin melampaui ambang batas 60 km/jam.

Beren Akkaya, 14, seorang siswa yang sedang mengikuti kamp ski di lokasi, mengaku trauma melihat kejadian tersebut. "Saya sangat terkejut. Kami kemudian merasa takut untuk turun kembali menggunakan gondola," tuturnya.

Operasi Penyelamatan

Segera setelah kecelakaan terjadi, layanan penyelamatan udara, ambulans, dan kepolisian dikerahkan ke lokasi. Layanan kereta gantung langsung dihentikan total. Lembaga penyiaran publik SRF melaporkan  petugas berhasil mengevakuasi sekitar 100 hingga 200 penumpang yang sempat tertahan di dalam 40 kabin gondola lainnya yang masih menggantung.

Pihak manajemen pengelola lift ski menyatakan duka mendalam atas insiden ini. Direktur pengelola, Norbert Patt, menyampaikan rasa simpati kepada keluarga korban.

"Pikiran kami bersama orang-orang terkasih dari korban," ujar Norbert Patt.

Saat ini, lokasi kejadian masih ditutup untuk kepentingan penyelidikan teknis guna memastikan keamanan infrastruktur kabel di salah satu destinasi ski terpopuler di dunia tersebut. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik