Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Presiden Swiss Terpukul, Tragedi Bus Terbakar di Kerzers Diduga Disengaja

Thalatie K Yani
11/3/2026 09:17
Presiden Swiss Terpukul, Tragedi Bus Terbakar di Kerzers Diduga Disengaja
Sebuah bus PostBus terbakar di Kerzers, Swiss, menewaskan sedikitnya 6 orang.(Fribourg Police)

PRESIDEN Swiss, Guy Parmelin, menyatakan rasa duka mendalam menyusul tragedi kebakaran bus yang melanda kota kecil Kerzers, sekitar 20 kilometer di barat ibu kota Bern. Insiden mematikan yang terjadi pada Selasa (10/3) petang tersebut merenggut sedikitnya enam nyawa dan melukai lima orang lainnya.

Melalui unggahannya di media sosial X, Presiden Parmelin mengungkapkan keterkejutannya atas musibah yang kembali menimpa warga Swiss dalam waktu singkat.

"Saya terkejut dan sedih karena warga di Swiss sekali lagi harus kehilangan nyawa dalam kebakaran besar. Keadaan sedang diselidiki. Saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang meninggal di Kerzers. Pikiran saya juga tertuju pada para korban luka dan petugas layanan darurat," ujar Parmelin.

Kronologi Kejadian

Api mulai berkobar di jalan utama Kerzers sekitar pukul 18.25 waktu setempat. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan pemandangan mengerikan, api setinggi beberapa meter melahap badan bus, disertai kepulan asap hitam pekat yang membubung ke langit.

Juru bicara kepolisian kanton Fribourg, Frederic Papaux, mengonfirmasi dari lima korban luka, tiga di antaranya berada dalam kondisi kritis. Saat petugas penyelamat tiba di lokasi, para penumpang yang panik dan terluka berusaha menyelamatkan diri dari kendaraan yang sudah terbungkus api.

"Layanan darurat bergegas ke lokasi dan menemukan kendaraan tersebut sepenuhnya dilalap api. Petugas pemadam kebakaran melakukan operasi penyelamatan dan pemadaman, sementara perimeter keamanan segera dipasang," tulis pernyataan resmi kepolisian.

Dugaan Unsur Kesengajaan

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menutup rapat motif di balik tragedi tersebut. Namun, polisi mengonfirmasi bahwa tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden ini. Fokus penyelidikan kini mengarah pada tindakan kriminal.

"Polisi saat ini menangani kebakaran tersebut sebagai insiden buatan manusia, bahkan kemungkinan tindakan yang disengaja," tegas Papaux kepada AFP. Meski demikian, pihak kepolisian belum mau berspekulasi mengenai hipotesis bunuh diri maupun aksi terorisme.

Ikon Transportasi Swiss

Bus yang terbakar merupakan unit PostBus, bus kuning ikonik yang menjadi tulang punggung transportasi di wilayah pedesaan Swiss. Setiap harinya, sekitar setengah juta orang, termasuk anak-anak sekolah, mengandalkan layanan ini.

Pihak manajemen PostBus menyatakan duka cita mendalam dan telah menyiapkan tim dukungan psikologis bagi staf mulai hari Rabu. Saat ini, identitas para korban luka telah diketahui, namun identitas korban tewas masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Tragedi ini menjadi luka kedua bagi Swiss tahun ini, setelah sebelumnya pada 1 Januari lalu, kebakaran sebuah bar di resor ski Crans-Montana menewaskan 41 orang. Jaksa penuntut umum kini telah membuka penyelidikan kriminal resmi untuk mengungkap dalang di balik peristiwa berdarah di Kerzers. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya