Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Eskalasi konflik di Timur Tengah pada tahun 2026 telah membawa babak baru dalam teknologi peperangan asimetris. Salah satu senjata yang paling disorot dan menjadi momok bagi sistem pertahanan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel adalah Rudal Haj Qasem. Rudal balistik jarak menengah ini bukan sekadar alat tempur, melainkan simbol kemajuan teknologi dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Rudal Haj Qasem pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020 sebagai penghormatan kepada Jenderal Qasem Soleimani. Pada tahun 2026, varian terbaru Haj Qasem telah menjadi tulang punggung kekuatan deterensi Iran, dirancang khusus untuk menjangkau target-target strategis di Tel Aviv hingga pangkalan militer AS di kawasan Teluk dengan presisi yang mematikan.
Rudal ini merupakan pengembangan dari keluarga rudal Fateh-110, namun dengan peningkatan signifikan pada jangkauan dan sistem pemandu. Berikut adalah tabel spesifikasi teknis utama:
| Fitur | Detail Spesifikasi |
|---|---|
| Jenis Rudal | Ballistic Missile Medium-Range (MRBM) |
| Jangkauan Maksimal | 1.400 Kilometer |
| Bahan Bakar | Solid Propellant (Bahan Bakar Padat) |
| Hulu Ledak | 500 kg High Explosive |
| Kecepatan Maksimal | Mach 12 |
| Akurasi (CEP) | Di bawah 10 Meter |
Salah satu alasan mengapa Rudal Haj Qasem sangat ditakuti adalah penggunaan solid-fuel. Berbeda dengan rudal berbahan bakar cair, Haj Qasem tidak memerlukan proses pengisian bahan bakar yang lama sebelum peluncuran, sehingga meminimalisir risiko terdeteksi oleh satelit intelijen sebelum meluncur.
Rudal ini dirancang dengan kemampuan manuver hulu ledak di fase terminal. Saat memasuki atmosfer, hulu ledak dapat mengubah arah sedikit untuk menghindari sistem pencegat seperti Iron Dome atau Patriot. Strategi ini membuat sistem pertahanan udara lawan harus bekerja ekstra keras dan seringkali harus menembakkan dua hingga tiga rudal pencegat untuk satu Rudal Haj Qasem.
Dalam konteks ekonomi perang, biaya produksi satu unit Rudal Haj Qasem diperkirakan setara dengan beberapa miliar Mata Uang Rupiah. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan biaya operasional sistem pertahanan udara Israel yang mencapai puluhan miliar Mata Uang Rupiah untuk setiap upaya pencegatan. Iran memanfaatkan keunggulan biaya ini untuk melakukan serangan saturasi (menembakkan banyak rudal sekaligus) guna melumpuhkan sistem pertahanan lawan.
Ya, dengan jangkauan 1.400 km, rudal ini dapat menjangkau seluruh wilayah Israel jika ditembakkan dari wilayah barat Iran.
Haj Qasem memiliki jangkauan dua kali lipat lebih jauh (1.400 km) dibandingkan Zolfaghar (700 km) dan memiliki sistem pemandu yang lebih akurat.
Rudal ini dikembangkan sepenuhnya secara domestik oleh Organisasi Industri Kedirgantaraan Iran di bawah pengawasan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
KETEGANGAN konflik antara Iran dan Israel kembali memuncak setelah Tel Aviv melancarkan serangan mendadak pada Jumat (13/6) dini hari.
KETEGANGAN antara Israel dan Iran terus meningkat tajam, setelah rentetan kekerasan yang dipicu oleh serangan udara Israel berubah menjadi konflik terbuka.
Tinjauan singkat kedua negara tersebut mungkin menunjukkan bahwa Iran, dengan populasi lebih dari sembilan kali lipat populasi Israel dan tentara yang jauh lebih besar, memiliki keunggulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved